EWS Dipasang di Tiga Lokasi Rawan Longsor

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memasang peralatan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di tiga lokasi rawan bencana berpotensi longsor di wilayah Kulonprogo. Peralatan menggunakan sistem berbasis aplikasi smartphone Disaster Information Management System (DIMS) yang dapat dipantau jarak jauh dari Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalop) BPBD atau di mana saja sepanjang ada jaringan internet.

Lokasi pemasangan EWS canggih tersebut meliputi di wilayah Ngrancah, Desa Pendoworejo (Kecamatan Girimulyo), Klepu, Desa Banjararum (Samigaluh) dan di wilayah Jeruk, Desa Gerbosari (Samigaluh). “Pemasangan peralatan di lapangan sudah selesai. Di ketiga lokasi lereng perbukitan tersebut rawan bencana. Setiap penghujan muncul retakan tanah berpotensi tanah longsor,” ujar Slamet Riyadi, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Hepy Eko Nugroho dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Suhardiyana mengungkapkan pemasangan peralatan peringatan dini untuk mengantisipasi potensi tanah longsor musim penghujan di wilayah Kulonprogo. Hepy Eko Nugroho mengatakan sebelumnya telah terpasang 97 unit EWS di lokasi berpotensi longsor yang tersebar di 21 desa.

Peralatan masih menggunakan sistem manual dan menggunakan daya listrik dari solarsel. “EWS tidak secanggih dengan peralatan peringatan dini yang dipasang di Ngrancah, Jeruk dan Klepu. Hingga saat ini sebagian besar peralatan masih berfungsi dengan baik,” ujar Hepy.

Suhardiyana menjelaskan melalui peralatan deteksi dini yang dipasang oleh BPBD DIY, dapat memantau tingkat kerawanan longsor jarak jauh dari Pusdalop BPBD. Juga mempermudah pemantauan karena tidak harus mendatangi ke lokasi.

Di dalam peralatan tersebut, dilengkapi dengan pendeteksi pergerakan tanah atau extensiometer, pendeteksi curah hujan atau rain gauge dan pendeteksi kemiringan tanah atau titmeter. “Operator di Pusdalop akan menghidupkan sirine sebagai pertanda waspada masyarakat sekitar jika ada pergerakan tanah berpotensi longsor di lokasi tersebut,” jelasnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI