FKUB, Tokoh dan Penyuluh Agama Ikuti Pelatihan Mediasi Konflik Keagamaan

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulonprogo bersama para tokoh agama dan penyuluh agama Kulonprogo mengikuti pelatihan mediasi konflik keagamaan yang diadakan atas kerjasama FKUB Kulonprogo, Pusat Studi Agama dan Demokrasi
Pusad) Paramadina dan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) UII di Hotel Cakra Kembang Sleman. Pelatihan berlangsung selama empat hari 22 sampai 25 Februari.

Kegiatan mediasi konflik keagamaan yang digelar ini bertujuan memperkuat kapasitas anggota FKUB dan tokoh agama dalam mengelola konflik keagamaan di Kulonprogo. Melalui kegiatan ini harapannya para peserta bisa membantu pemkab mewujudkan hidup guyub rukun dan berdampingan secara damai, aman, tenteram menyongsong kejayaan Kulonprogo.

Agung Mabruri Asrori selaku ketua FKUB Kulonprogo menyebutkan para peserta yang hadir mewakili umat beragama di Kulonprogo. Beberapa peserta yang hadir berada di wilayah Pegunungan Menoreh yang dilewati proyek bedah Menoreh. Maka kehadiran para tokoh agama dalam pelatihan ini sangat penting.

Kerukunan umat beragama, menurut Ihsan Ali Fauzi selaku Direktur PUSAD Paramadina, bukan hanya tugas pemerintah daerah tetapi juga tugas masyarakat dan tokoh agama. Kegiatan pelatihan ini merupakan upaya untuk saling mendukung dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kulonprogo.

Dr Nifasri selaku Direktur Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama mengungkapkan para peserta pelatihan mediasi konflik keagamaan sangat dibutuhkan perannya membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan umat beragama.

BERITA REKOMENDASI