Fluktuatif, Angka Gizi Buruk di Kulonprogo

Editor: KRjogja/Gus

WATES (KRJOGJA.com) – Di Kabupaten Kulonprogo angka gizi buruk mengalami jumlah yang fluktuatif dari tahun ke tahun. Tahun 2015 terdapat 24 balita, tahun 2016 ada 29. Sedangkan 2017 sejumlah 34, tapi ini belum tervalidasi karena ada yang berulang-ulang.

 

"Angka gizi buruk itu, bukan karena kurang makan, namun 40 persen disebabkan penyakit bawaan yang kronis seperti jantung bocor dan lainnya, sehingga kondisi tersebut mempengaruhi pertumbuhannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo dr H Bambang Haryatno MKes di sela-sela Forum Sosialisasi "Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam rangka Penurunan Prevalensi Stunting" yang diadakan Kementerian Kominfo RI dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) , Jumat (08/12/2017). Sosialisasi dibuka Dedet S, Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kominfo RI.

Bambang mengatakan, untuk balita yang stunting (balita bertumbuh pendek) di Kulonprogo cukup tinggi, ada 3.496 balita, dimana Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memang cukup tinggi pula. Di wilayah utara BBLR tinggi, setelah dianalisa karena sebagian besar suaminya adalah perokok. Ternyata ketika ibu hamil dan suaminya perokok berdampak pada bayi dengan BBLR.

"Tahun 2018 Kulonprogo akan menjadi fokus intervensi masalah gizi, padahal angka tidak tinggi. Sepuluh desa yang akan diintervensi yaitu Desa Nomporejo, Tuksono, Sendangsari, Karangsari, Donomulyo, Pagerharjo, Kebonharjo, Ngargosari, Gerbosari, Sidoharjo, dengan jumlah 504 anak ," ujarnya.

Kepala Diskominfo Kulonprogo Drs HR Agus Santosa MAg menyatakan, sebagai upaya meningkatkan status gizi masyarakat perlu adanya gerakan bersifat masif. Sebab akibat dari gizi buruk akan menimbulkan berbagai dampak, salah satunya yaitu balita bertumbuh pendek atau stunting. Ini dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi semasa dalam kandungan atau dari faktor lain seperti paparan asap rokok yang menghambat pertumbuhan. "Maka diimbau kepada seluruh ibu hamil untuk terus memperhatikan gizi yang seimbang serta pila hidup sehat," ujarnya. (Wid)

 

 

BERITA REKOMENDASI