Gandeng BPOM, Kulonprogo Serius Awasi Peredaran Obat dan Makanan

WATES, KRJOGJA.com – Pemkab Kulonprogo bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY bersinergi dalam pembinaan dan pengawasan peredaran obat dan makanan di wilayah Kulonprogo. Sinergitas dijalin demi menjamin keamanan masyarakat sebagai konsumen. Kerjasama antara Pemkab Kulonprogo dan BPOM DIY ditandai dengan penandatanganan MoU kedua lembaga tersebut di ruang kerja Bupati Kulonprogo, Sutedjo, Rabu (6/1).

Kepala BPOM DIY, Dewi Prawitasari mengatakan, cakupan pengawasan sarana produksi obat dan makanan di DIY termasuk Kulonprogo meliputi industri farmasi dan industri obat tradisional, usaha kecil obat tradisional, industri pangan, industri kosmetik dan industri pangan rumah tangga. Pengawasan produksi ini mencakup kebersihan, kelayakan, kualitas, keamanan produk obat dan makanan serta proses pendistribusiannya.

“Pemkab Kulonprogo dalam mengoptimalkan produk UMKM yang dimiliki seperti gula semut, gula merah, jamu gendong dan lainnya perlu mengurus ijin edar mengingat adanya relaksasi syarat dan diskon biaya kepengurusannya. Pemkab juga perlu melakukan pendampingan UMKM untuk mengembangkan produk mereka,” kata Dewi.

Produk-produk yang minim resiko berbahaya, kata Dewi, tidah harus melakukan uji kelayakan sehingga memudahkan proses perizinannya. Hal ini dinilainya bisa menaikan kelas produk UMKM bahkan bisa berpeluang untuk ekspor.

BERITA REKOMENDASI