Gandung Pardiman Minta Stok BBM Saat Nataru Ditambah

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY diminta menambah stok bahan bakar minyak (BBM) dan Elpiji pada Hari Besar Natal 2021 dan musim libur Tahun Baru (Nataru) 2022.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM dalam acara Sinergitas Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan DPR RI dikemas dalam Sosialisasi Pengaturan Penyediaan dan Pendistribusian BBM di SMKN 2 Pengasih Sabtu (04/12/2021).

“Alhamdulillah untuk wilayah DIY lingkup keterwakilan saya, masalah BBM dan gas Elpiji lancar. Insya Allah pada Nataru nanti juga tetap lancar dan saya minta Pertamina betul-betul menjaga stok BBM dan Elpiji sehingga tidak terjadi antrian panjang dalam pembelian BBM dan Elpiji,” tegas politisi senior Partai Golkar tersebut.

Hadir Anggota Komite Migas Basuki Trikora Putra, Sekretaris BPH Migas Yuli Rachwati, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana, Region Manager Retail Sales Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Aji Anom Purwasakti dan Sales Area Manager Yogyakarta PT Pertamina Patra Niaga Ivan Syuhada.

Gandung Pardiman mengungkapkan, BPH Migas tidak hanya sekadar bertugas pengaturan di hilir tapi juga pengawasan. “Badan ini superbody atau memiliki wewenang besar dan sangat strategis mengelola sumber daya alam, sehingga ketugasannya memang harus disosialisasikan pada masyarakat agar penanganan sektor ini betul-betul optimal. Kita berharap Komite BPH Migas bisa menterjemahkan amanat undang-undang yang mengatur hal ini,” jelasnya.

Anggota Komite Migas Basuki Trikora Putra memastikan stok BBM dan Gas Elpiji khususnya di wilayah DIY akan ditambah, sehingga kebutuhan masyarakat tercukupi dan tidak mengalami kekurangan.

“Pada peringatan Hari Besar Natal dan Tahun Baru (Nataru) stok BBM dan Gas Elpiji akan kita tambah. Karena itu kami minta pengelola SPBU dan agen serta pangkalan Elpiji siaga agar tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat konsoumen,” ujarnya.

Agar tidak terjadi penimbunanan sehingga BBM dan Elpiji pada Nataru nanti mengalami kelangkaan maka pihaknya mengimbau masyarakat berpartisipasi aktif memberikan informasi tentang adanya dugaan penyalahgunaan BBM dan Elpiji ke 135 atau melapor ke Pemkab Kulonprogo.

“Kegiatan ini merupakan aspirasi masyarakat melalui anggota Komisi VII Pak Gandung Pardiman. Dengan adanya sosialisasi tentu apa yang menjadi keluhan dan masukan masyarakat bisa ditampung dan ditindaklanjuti, sehingga penyediaan dan pendistribusian BBM dan Gas Elpiji di Kulonprogo berjalan lancar tanpa kendala,” tutur Fajar.

Sales Area Manager Yogyakarta PT Pertamina Patra Niaga Ivan Syuhada mengungkapkan, sebenarnya tidak terjadi kelangkaan BBM jenis solar di Kabupaten Kulonprogo tapi konsumsi BBM meningkat tajam. Sementara pendistribusian BBM ke SPBU-SPBU tidak bisa dilakukan secara cepat. “Jadi kalau hari ini ada SPBU minta kiriman BBM tidak bisa langsung dikirim tapi menunggu hari berikutnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI