Ganti Rugi Pengadaan Jalur KA Bandara Belum Dibayarkan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan rel Kereta Api (KA) Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) belum dibayarkan, karena sebagian masyarakat terdampak harus melengkapi pemberkasan dokumen tanah. Masyarakat terdampak di Kalurahan Glagah, Kalidengen dan Kaligintung di akhir 2019 menyetujui penetapan besaran nilai ganti rugi tanah, bangunan dan tumbuhan di atasnya. Jadwal pembayaran di ketiga kalurahan tersebut hingga Rabu (12/02/2020) belum ada kepastian.

“Pamong kalurahan juga tidak dapat memberikan jawaban kapan pembayarannya. Tim pengadaan tanah baru-baru ini ada yang ke kalurahan untuk melengkapi dokumen tanah,” ujar Kepala Panata Laksana sarta Pangripta, Kalurahan Glagah Supriyono Waluyo.

Tim pengadaan tanah yang ke Kalurahan Glagah menginformasikan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih melakukan pemeriksaan dokumen tanah. Ganti rugi belum dibayarkan karena dokumen belum lengkap.

“Pembayaran ganti rugi setelah berkas dokumen tanah lengkap. Berbeda dengan pembayaran ganti rugi pengadaan tanah untuk bandara,” jelasnya.

Terdapat sekitar 200 bidang tanah di Kalurahan Glagah terkena pembangunan jalur rel KA bandara, melintas di wilayah Padukuhan Logede, Kepek, Macanan, Kretek dan Padukuhan Sidorejo. Suroto, warga Kalurahan Glagah, menjadi salah satu masyarakat terdampak pembangunan rel KA bandara masih harus melengkapi berkas surat kuasa karena tanah yang terkena jalur rel KA masih atas nama pemilik terdahulu.

“Kemarin masih diminta melengkapi berkas surat kuasa yang berhak menerima ganti rugi. Pasalnya tanah yang terkena jalur rel KA masih atas nama orang lain,” ujar Suroto.

Sebelumnya Kepala Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana (NMTS) Kulonprogo, Heriyanto mengatakan pembayaran ganti rugi setelah pemeriksaan berkas dokumen tanah di BPKP dinyatakan lengkap. “Yang mengetahui persoalan ini BPN DIY dan Dirjen Perkeretaapian,” tutur Heriyanto. (Ras)

BERITA TERKAIT