Gelar Aksi Damai, FKPLP Tuntut Kompensasi Layak

Editor: KRjogja/Gus

WATES (KRjogja.com) – Sejumlah warga terdampak pembangunan bandara internasional baru di Temon yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir (FKPLP) menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Kulonprogo, Kamis (1/9). Selain berorasi, warga perwakilan dari empat desa yakni Glagah, Palihan, Sindutan dan Jangkaran juga membawa spanduk berisikan tuntutan ganti untung tanah pesisir yang mereka garap selama ini. Lima perwakilan FKPLP diterima Sekda Ir RM Astungkoro MHum dan Asisten Perekonomian Pembangunan SDA (Assek II) Triyono SIP MSi di ruang kerja sekda.

Koordinator FKPLP Sumantoyo mengungkapkan, ratusan warga menuntut ganti untung lahan pesisir yang digarap oleh warga. Ada sekitar 855 hingga 900 orang yang menggarap lahan tersebut. "Kami menuntut kompensasi yang layak, separo atau sepertiga yang Angkasa Pura berikan kepada Pakualaman sesuai hasil Tim Apprasial," tegasnya.

Sumantoyo menambahkan tanah pesisir yang akan digunakan untuk bandara adalah lahan yang sudah digunakan sejak turun temurun lebih dari tiga generasi. Dari tanah yang tidak beraturan dan gersang sekarang menjadi produktif baik untuk pertanian, peternakan/ tambak udang maupun pariwisata. "Tanah tersebut jadi tumpuan hidup para penggarap," ujarnya.

Menanggapi tuntutan para penggarap lahan pesisir, sekda menyatakan akan meneruskan aspirasi warga kepada Pura Pakualaman. "Kami tidak bisa memutuskan sendiri, 'masak' harus 'ngarang', karena itu bukan tanah kami. Sebelum 14 September kami berencana ke Pura Pakualaman dan apa yang menjadi aspirasi penggarap akan disampaikan," katanya. (Rul/Wid)

BERITA REKOMENDASI