Generasi Muda Tak Bergairah Berwirausaha

WATES (KRjogja.com) – Meski peluang terbuka lebar, sebagian besar generasi muda di Kulonprogo hingga kini masih belum tertarik untuk berwirausaha. Sebaliknya, setelah dinyatakan lulus dari bangku sekolah atau kuliah, mereka lebih memilih berebut lowongan pekerjaan yang dibuka perusahaan di berbagai daerah.

Kabid Tenaga Kerja, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo, Heri Darmawan mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab minimnya minat generasi muda untuk membuka usaha. Selain dibayangi kekhawatiran gagal, para remaja ini juga beralasan tak punya modal.

"Mereka masih saja merasa takut, bagaimana kalau usaha yang dibuka ternyata gagal atau tidak berhasil. Selain itu, para remaja ini juga terkendala modal serta krisis rasa percaya diri untuk membuka usaha," jelas Heri, di ruang kerjanya, Kamis (15/9/2016).

Karena itulah, kata Heri, begitu dinyatakan lulus sekolah atau kuliah, para remaja di Kulonprogo langsung berbondong-bondong mendaftar ke berbagai perusahaan, terutama pabrik. Apalagi, jika perusahaan di daerah industri seperti Batam yang membuka lowongan, Kantor Dinsosnakertrans Kulonprogo langsung dibanjiri pelamar untuk mencari kartu kuning. Kondisi ini sangat disayangkan Heri, karena cara berpikir mereka masih pragmatis.  

"Mereka berpikir, kalau diterima bisa langsung kerja dan dapat gaji. Jadi tidak perlu menanggung banyak resiko," imbuhnya.

Selama ini, modal untuk membuka usaha masih saja dimaknai sebagai uang atau barang. Padahal menurut Heri, kemampuan atau skill yang mereka dapatkan selama bersekolah, bisa menjadi modal utama dalam membuka usaha.

"Pemerintah juga tidak kurang-kurang dalam membantu. Kita punya program yang dikembangkan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Masyarakat yang berminat membuka usaha, kompetensinya akan ditingkatkan melalui pelatihan," jelasnya. (Unt)

BERITA REKOMENDASI