Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Oknum Disdikpora Kulonprogo Batal Jadi Tersangka

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wates yang dipimpin Happy Tri Sulistiyono mengabulkan praperadilan yang diajukan Rusdi Suwarno alias RS, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi perencanaan dan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Kompleks Stadion Cangkring Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates.

Kuasa hukum RS, Tuson Dwi Haryanto SH membenarkan perihal terkabulnya gugatan praperadilan kliennya dalam sidang putusan di PN Wates, Senin (29/11/2021). “Benar, yang mulia hakim memutuskan, penetapan tersangka yang dilakukan  penyidik Kejaksaan Negeri Kulonprogo batal demi hukum dan akibat hukum dari proses penyidikan itu semuanya rontok atau batal karena tidak mempunyai kekuatan hukum,” katanya.

Diungkapkan, Kejari Kulonprogo tidak bisa menunjukkan dua alat bukti kasus dugaan korupsi GOR Cangkring yang dilakukan RS menjadi alasan dikabulkannya gugatan praperadilan kliennya. Penyidik Kejari setempat hanya bisa menunjukkan satu alat bukti. Sedangkan, alat bukti lainnya soal penyitaan dinilai tidak kuat di mata persidangan.

“Sesuai ketentuan pasal 77 KUHAP dan disambungkan dengan putusan MK, terjadi cacat hukum proses penyitaan oleh penyidik. Setiap proses penyitaan harus dimintakan persetujuan kepada PN dan hal tersebut tidak dilakukan penyidik kejaksaan,” jelasnya.

Dengan dibatalkannya bukti yang lain oleh PN maka hanya tinggal satu bukti. Padahal dalam ketentuan KUHAP pasal 184, minimal ada dua alat bukti untuk menjadikan seseorang sebagai tersangka. “Sementara penyidik hanya punya satu alat bukti berupa keterangan ahli dan itu dianggap tidak kuat secara hukum. Apalagi ahli yang ditunjuk dari Kemenpora tidak memiliki kompetensi terkait penghitungan kerugian negara,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI