Hama Keong ‘Menggila’ di Kulonprogo, Puluhan Hektare Lahan Padi Mati

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugraha mengatakan, tanaman padi seluas 30 hektare (ha) mati akibat diserang hama keong. Serangan keong terhadap padi yang masih di bawah umur 30 hari pascatanam tersebut cukup parah di sejumlah wilayah kecamatan. 

"Mengatasi serangan hama tersebut, kami mengimbau petani melakukan penyulaman terhadap tanaman padi yang dimakan hama keong," katanya, Kamis (30/1/2020) malam.

Dijelaskan, saat ini wilayah yang memasuki masa tanam meliputi sebagian Kapanewon Sentolo, Nanggulan, Wates, Temon, Panjatan dan Pengasih di lahan seluas 4.150 hektare padi. Lahan tanaman padi yang paling parah diserang hama keong adalah di Bulak Trinulyo, Bulak Kagokan dan Bulak Jetis Kapanewon Wates.

"Sebenarnya kami telah melakukan gerakan pengendalian hama keoang  dan serangan hama keong masih kategori ringan," jelasnya menambahkan pengendalian harus dilakukan secara terpadu dan serentak. 

"Tahap pertama pemasangan saringan di saluran air masuk ke sawah, sehingga keong tidak bisa masuk sawah. Selanjutnya pembuatan pagar plastik di lahan persemaian, pemasangan tongkat kayu untuk tempat perangkap keong bertelur kemudian telurnya dimusnahkan," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga meminta petani membuat parit keliling sawah. "Sawah dikeringkan, sehingga keong akan mengumpul di parit yang masih ada air. Setelah itu keong bisa diambil untuk dibuang," ungkap Aris.

Martiyem, petani di Kapanewon Sentolo mengatakan, tanaman padi umur empat hari di lahan tanaman padi seluas 1.000 meter persegi, hampir 25 persennya mati dimakan keong. "Tahun ini, serangan hama cukup parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami sudah berusaha melakukan pencegahan tapi dalam satu malam serangan hama keong cukup ganas," tuturnya.(Rul)

BERITA REKOMENDASI