Harga Cabai Anjlok, Petani Diharap Pertahankan Tanaman

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Petani cabai lahan pantai diharapkan tetap mempertahankan tanaman cabai, meski harga anjlok hingga Rp 5.000 perkilogram. Saat ini harga cabai di tingkat petani sangat rendah, sempat pada titik terendah Rp 3.500 per kilogram, dan pada Rabu (3/6) sebesar Rp5.000 per kilogram, padahal biaya impas produksi Rp 11.000.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE menyatakan, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta membuat cabai dari Kulonprogo hanya terserap sedikit. “Cabai dari Kulonprogo seperti diketahui mayoritas dipasok atau pangsa pasarnya adalah Jakarta. Maka ketika ada PSBB di Jakarta, semua produksi pertanian dari Kulonprogo, seperti cabai ini langsung terkena imbasnya dan harga langsung anjlok,” ungkap Akhid ketika meninjau panen cabai di Kelompok Tani Gisik Pranaji Kalurahan Bugel Kapanewon Panjatan, Kamis (04/06/2020).

Dikatakan Akhid, sekarang tingkat konsumsi cabai di sektor kuliner dan rumah tangga menurun pula dengan adanya pandemi Covid-19. Seperti rumah makan, pasar di DIY, Jakarta dan Sumatera, permintaannya turun. “Kondisi seperti ini percayalah akan berakhir, dan harga cabai bakal normal kembali,” ucapnya.

Akhid mengapresiasi Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo yang akan membantu memasarkan cabai para petani tersebut, dengan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulonprogo membeli cabai. “Ini sebagai implementasi Bela-Beli Kulonprogo. Sebagai bentuk empati kepada petani yang menghadapi kondisi yang memprihatinkan sebab harga cabai sangat rendah, sehingga hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi,” kata Akhid.

Sukarman Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji Desa Bugel membenarkan harga cabai di tingkat petani sebesar Rp 5.000 per kilogram. “Beberapa hari lalu, harga cabai di tingkat petani sampai titik terendah Rp 3.500 per kilogram,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Ir Muh Aris Nugroho MMA mengatakan, pangsa pasar cabai merah lahan pantai Kulonprogo memang sebagian besar adalah ke Jakarta. Sementara karena kebutuhan di Jakarta belum normal (rumah makan, hotel, orang punya hajatan), sehingga menyebabkan harga turun. “Kita bantu dengan pemasaran baik itu ke ASN maupun lokal DIY. Baik langsung maupun melalui media sosial,” ujar Aris sembari menambahkan harga di tingkat konsumen kisaran Rp 9.000 hingga Rp 12.000. (Wid/Rul)

 

BERITA REKOMENDASI