Hasil Kerja PPS Dipengaruhi Kerja Lapangan PPDP

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO (KRjogja.com) – Hasil kerja Panitia Pemungutan Suara (PPS) diharapkan dapat menyajikan daftar pemilih yang valid, komprehensif dan mutakhir. Tapi hasil kerja PPS sangat dipengaruhi oleh kerja lapangan yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), karena ini yang akan menyerahkan data pemilih hasil pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan.

 

"Untuk itulah PPS harus jeli memilih PPDP. Pilih PPDP yang tahu wilayah dan mau mendatangi rumah warga untuk coklit," ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo Marwanto SSos MSi saat supervisi bimtek pemutakhiran daftar pemilih dalam rangka pemilihan kepala daerah (pilkada) Kulonprogo 2017 bagi PPS se- Kecamatan Galur, Jumat (19/8/2016).

Saat ini KPU Kulonprogo, kata Panggih Widodo SSi Komisioner Divisi Teknis, sudah menerima hasil sinkronisasi DP4 dan DPT Pemilu terakhir melalui portal Sidalih. Data pemilih hasil sinkronisasi itu nantinya yang dijadikan bahan oleh PPDP untuk melakukan coklit.

"Kami sedang melakukan unduh data pemilih by name di portal Sidalih, untuk dimasukkan ke format excel (form model A-KWK). Minggu depan, data unduhan kami turunkan ke PPS melalui PPK untuk dipilah ke dalam TPS. Memang data di portal Sidalih sudah per-TPS, tapi jumlah TPS mengacu pada Pilpres 2014 yang berjumlah 987, sedangkan di Pilkada saat ini julah TPS berjumlah 937. Jadi harus disesuaikan," ujar Panggih.

Ditambahkan Panggih, ada pemilih yang masih teridentifikasi di TPS 0, yakni pemilih yang belum masuk TPS, karena ada di DP4 tapi tak ada di DPT pemilu terakhir. "Ini harus didistribusikan ke dalam TPS sesuai alamatnya," imbuhnya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI