Investasi di Kulonprogo Triwulan III Meningkat

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Nilai realisasi investasi di Kabupaten Kulonprogo khusus triwulan III tahun 2020 ini sebesar Rp 571.327.310.103, dengan rincian tambahan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 570.955.265.703 dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp.372.044.400. Total realisasi investasi tahun 2020 sampai dengan triwulan III sebesar Rp.1.817.248.153.799.

“Perusahaan penyumbang nilai investasi terbesar pada triwulan III ini masih didominasi oleh PMDN yaitu PT Angkasa Pura 1 dengan nilai investasi Rp 500.516.500.000,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulonprogo Agung Kurniawan SIP MSi, Kamis (19/11/2020).

Nilai investasi triwulan III ini Rp 571.327.310.103 memang mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan triwulan II yang sebesar Rp 467.976.284.915 atau 22,08 persen. “Kenaikan tersebut karena adanya investasi baru, seperti hotel, pabrik kosmetik, dan industri farmasi,” jelas Agung.

Lebih lanjut Agung menyampaikan, sesuai peraturan dari Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, setiap 3 bulan sekali (setiap triwulan) PTSP di daerah wajib mengadakan pengumpulan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) perusahaan. LKPM adalah laporan mengenai perkembangan realisasi penanaman modal dan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha yang wajib dibuat dan disampaikan secara berkala.

Hasil rekapitulasi realisasi investasi di Kulonprogo yang sudah di acc laporan LKPMnya oleh BKPM RI sejumlah 38 izin usaha, dengan rincian 8 dari PMA dan sisanya 30 PMDN,” ucap Agung sambil menambahkan, LKPM wajib disampaikan secara online. Bisa juga diakses pada sistem Online Single Submission (OSS) Versi v.1.1 dengan cara login di menu pelaku usaha kemudian pilih menu Lapor LKPM.

Disampaikan Agung, tingkat partisipasi perusahaan dalam pelaporan LKPM pada periode ini sudah lebih baik, namun ke depan DPMPT tetap akan melanjutkan sosialisasi dan pendampingan LKPM online pada setiap periodenya, karena fakta di lapangan masih banyak perusahaan yang membutuhkan pendampingan dalam pengisian LKPM. (Wid)

BERITA REKOMENDASI