Jokowi Resmikan Bendung Kamijoro, Bisa Suplai Air Baku YIA dan Airi Sawah 2.370 Ha

KULONPROGO (KRJogja.com) – Selain berfungsi sebagai suplai air irigasi Daerah Irigasi Pijenan, Bendung Kamijoro juga bisa mensuplai kebutuhan air baku di Bandara Internasional Yogyakarta/ Yogykarta International Airport (BIY/ YIA) di kawasan pesisir selatan Kecamatan Temon, Kulonprogo. 

"Bendungan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bantul dan Kulonprogo. Karena suplai air dari Daerah Irigasi Pijenan berkapasitas 2,5 meter kubik perdetik bisa mengairi lahan persawahan seluas 2.370 hektare (ha) di Kabupaten Bantul sehingga mampu meningkatkan intensitas tanam dari 205 persen menjadi 270 persen.

Demikian juga untuk Kabupaten Kulonprogo bisa mensuplai air baku BIY dan kawasan industri dengan kapasitas 500 liter perdetik," kata Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Taman Bendung Kamijoro di Pedukuhan Kaliwiru Desa Tuksono Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Selasa (31/12).

Peresmian ditandai penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti di landmark Taman Bendung Kamijoro disaksikan Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Mensesneg Pratikno, Gubernur DIy Sri Sultan HB X, Anggota DPR RI Drs HM Idham Samawi, Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo dan Bupati Bantul Suharsono. 

Bendung Kamijoro yang terletak di perbatasan Kecamatan Sentolo Kulonprogo dengan Kabupaten Bantul dilakukan dengan kontrak tahun jamak 2016-2018 oleh PT Waskita Karya dan PT Pembangunan Perumahan Kerjasama Operasi (PP KSO). Dengan melalui jembatan di atas Bendung Kamijoro yang di bawahnya mengalir air Sungai Progo maka akses masyarakat baik mau ke Kulonprogo maupun ke Bantul menjadi lancar.

"Bendung Kamijoro juga jadi objek wisata masyarakat sekitar, ada jembatan penghubung antara Bantul dan Kulonprogo," jelas Presiden.

Disela peresmian  Presiden Jokowi melakukan peninjauan fasilitas bendung, salah satunya jembatan. Jokowi juga menyempatkan diri untuk menyapa masyarakat di jembatan sisi timur atau wilayah Bantul.

Sementara itu Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono mengungkapan, kendati fungsi utama Bendung Kamijoro sebagai irigasi tapi dalam perkembangannya menjadi objek wisata (obwis) unggulan yang ramai dikunjungi wisatawan. Hasil dari parkir kendaraan setiap harinya bisa mencapai jutaan rupiah. "Karena banyak dikunjungi dan menjadi destinasi wisata, bendungan ini memiliki fungsi yang banyak. Ada masukan pagar pengaman dipasang lebih rapat supaya aman, itu akan kami pikirkan, sebab memang fungsi awalnya hanya untuk irigasi. Perawatan akan ditangani pusat," ungkapnya.

Selain untuk irigasi ungkap Basuki, Bendung Kamijoro juga akan mensupai air baku bandara baru di Temon. Saat ini sedang disiapkan water treatment plant

atau instalasi pengolahan airnya akan dibangun dengan kapasitas 475 liter perdetik untuk Kulonprogo dan 25 liter perdetik untuk Bantul.

Diungkapkan, saat pemerintahan Hindia Belanda sekitar 1824 pernah dibangun terowongan untuk irigasi tapi pada tahun 2000 ambruk. Sehingga Bendung Kamijoro dibangun agak keras dengan fee intake

, semacam bronjong

untuk mengantisipasi aktifitas penambangan pasir di bawah agar tidak melorot.

"Bendungan kita bangun lebih ke atas agar posisinya lebih tinggi, airnya bisa dialirkan ke terowongan buatan Belanda yang difungsikan untuk irigasi di wilayah Bantul," tuturnya.

Mantan Bupati Bantul yang saat ini anggota DPR RI Idam Samawi menjelaskan, keberadaan Bendung Kamijoro bisa mensejahterakan lebih dari seratus ribu orang, karena rasionya satu hektare akan memberikan kesejahteraan 11 orang atau tiga kepala keluarga (KK). "Kalau di sini ada dua ribu sekian atau hampir tiga ribu hektare tentu bisa menjesahterakan ratusan ribu warga. Belum lagi dari sektor pariwisatanya," ujar Idham Samawi mengingatkan para petani setempat untuk tidak menjual lahan sawah mereka karena harganya saat ini sudah sangat mahal.  (Rul)

BERITA REKOMENDASI