Jurdik Seni Rupa UNY Selenggarakan Pelatihan Pembelajaran Bagi Guru SMP di Kulonprogo

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pada masa pandemi ini, guru dan siswa diharuskan untuk beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh sebagai sebuah normal baru. Keadaan ini menuntut guru untuk menguasai teknologi selain juga tetap memberikan motivasi dan pembelajaran bagi siswanya. Sayangnya, kenyataan di lapangan justru sebagian besar guru dan siswa belum siap dengan model pembelajaran ini.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kejenuhan pembelajaran daring sering terjadi selama proses pembelajaran. Salah satu solusi untuk mengurangi kejenuhan tersebut adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik bagi siswa.

Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, UNY menyelenggarakan pelatihan pembelajaran blended learning untuk pembelajaran seni rupa bagi guru seni budaya SMP di Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan salah satu Program Pengabdian Masyarakat sebagai wujud implementasi pelaksanaan tri darma perguruan tinggi.

Kelompok PPM Dosen yang diketuai oleh Dr. Zulfi Hendri, M.Sn ini menyadari bahwa pembelajaran daring memerlukan sumber daya yang melek teknologi dan berwawasan luas. “Menciptakan siswa yang literet terhadap teknologi juga harus diimbangi dengan pengetahuan guru tentang sarana berbasis teknologi,” jelasnya.

Ketua MGMP Seni Budaya Kulonprogo, Suharjan, S.Pd menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Menurutnya guru pada saat ini masih kurang mengoptimalkan media pembalajaran berbasis digital, hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan terhadap alternatif media tersebut. Suharjan juga berharap dengan adanya pelatihan ini akan muncul inovasi dari para guru dalam memberikan pelajaran kepada siswa selama pembelajaran jarak jauh berlangsung.

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di SMP N 1 Wates Kulonprogo dan diikuti oleh 23 guru yang tergabung dalam MGMP Seni Budaya Kulonprogo. Kepala sekolah SMP N 1 Wates, Tjatur Suratiningsih, S.Pd, M.Pd menyambut baik adanya kegiatan pelatihan ini. “Kami berharap kegiatan pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan baru kepada para guru seni rupa dalam melakukan proses pembelajaran yang akan memberi dampak positif kepada siswa,” ujarnya.

Materi yang diberikan berupa bimbingan teknis beberapa media pembelajaran berbasis digital. Termasuk didalamnya adalah optimalisasi penggunaan google classroom karena selama ini mayoritas guru MGMP Seni Budaya Kulon Progo masih menggunakan whatsapp untuk menyampaikan materi dan mengumpulkan tugas.

Pada kesempatan ini, guru juga diberikan pengarahan mengenai penggunaan aplikasi digital sebagai media pembuatan soal dan materi yang menarik bagi siswa. Peserta mengaku acara ini sangat bermanfaat karena guru menjadi mempunyai alternatif media pembelajaran yang lebih inovatif dan diharapkan akan mengurangi kejenuhan siswa dalam proses belajar mengajar daring. (*)

BERITA REKOMENDASI