Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan Diminta Tak Terprovokasi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Kulonprogo menyayangkan insiden pembakaran bendera partai mereka pada aksi demo menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung MPR/DPR beberapa waktu lalu. Kendati demikian kader-kader partai politik (parpol) pemenang di Kulonprogo tersebut diimbau tetap tenang dan jangan sampai terpancing provokasi serta terus menjaga soliditas.

“Tentu saja kami menyesalkan sekaligus tersinggung terhadap insiden pembakaran bendera partai kami. Tapi masalah tersebut sudah disikapi oleh dewan pimpinan pusat partai kami. Sehingga kami mengimbau seluruh pengurus, kader dan simpatisan PDI Perjuangan di daerah, Kulonprogo tetap tenang dan tidak boleh terpancing atas tindakan provokasi pihak tertentu,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kulonprogo, Drs Sudarto kepada KRJOGJA.com, Sabtu (27/06/2020).

Ditegaskan, menjelang penerapan new normal atau memasuki tatanan kehidupan baru pasca pandemi virus Korona, banyak hal-hal positif yang bisa dilakukan para pengurus, kader dan simpatisan PDI Perjuangan. “Prinsipnya kita harus tetap tenang dan waspada serta lebih baik menggelar aksi-aksi nyata yang berpihak kepada kawula alit, rakyat kecil. Di antaranya memberikan edukasi terkait penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 maupun tahapan-tahapan penerapan new normal. Itu kegiatan nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan setempat yang saat ini menjabat Wakil Bupati (Wabup) Kulonprogo, Fajar Gegana. Sebagai kader militan PDI Perjuangan, dirinya sangat menyayangkan aksi pembakaran bendera partai mereka.

“Semangat perjuangan kami masih membara dan tidak usah ada aksi bakar-bakar bendera kami. Itu sikap dan tindakan yang kurang terpuji. Menggelar demo di tengah situasi prihatin atas pandemi Covid-19 saja kurang pas. Apalagi diwarnai aksi-aksi tak terpuji membakar bendera partai,” tegasnya.

Fajar Gegana mengingatkan semua pihak bahwa bendera atau lambang partai manapun merupakan simbol panji-panji marwah partai. “Semua partai saya yakin sepakat kalau benderanya merupakan simbol kehormatan partai, sehingga tidak ada satu pun partai yang suka dengan aksi-aksi pembakaran bendera partai. Karena itu kami mengimbau semua pihak agar bersikap dewasa dan jangan sampai terulang lagi perbuatan tersebut. Silahkan menyampaikan aspirasi sepuas-puasnya tapi dengan cara-cara yang baik dan benar. Tidak harus dengan sikap mencederai demokrasi,” imbaunya.

Sebagai kader dan tokoh muda PDI Perjuangan, Fajar Gegana mengimbau sekaligus mewanti-wanti teman-temannya yang berada di barisan sayap partai untuk tidak terprovokasi, mengambil langkah-langkah di luar komando partai. “Kerja politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat merupakan salah satu bentuk kepedulian dan keberpihakan kita terhadap akar rumput. Tetap fokus bergerak demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan wilayah,” ungkapnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI