Kalurahan Triharjo Tangguh Bencana

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Drs Biwara Yuswantana MSi mengukuhkan anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Triharjo, di balai kalaruhan setempat, Kapanewon Wates, Jumat (19/11/2021). Forum PRB merupakan komponen atas terbentuknya Triharjo sebagai Kalurahan Tangguh Bencana.

Biwara Yuswantana minta kegiatan tidak hanya sebatas simulasi bencana tapi dilanjutkan dengan action yang bersifat mitigasi. “Rangkaian upaya mengurangi risiko bencana baik penyadaran maupun peningkatan kemampuan dalam menghadapi bencana penting dilakukan. Sehingga upaya penanggulangan bencana sejak dini bisa berjalan baik. Kami mengapresiasi sekaligus menyambut baik pembentukan Forum PRB. Sehingga potensi bencana khususnya di wilayah Kalurahan Triharjo bisa ditangani lebih awal,” kata Biwara Yuswantana saat pengukuhan anggota FPRB Triharjo.

Keberhasilan penanganan kebencanaan di tingkat kalurahan ungkapnya sangat menentukan indeks ketahanan daerah atau indeks risiko bencana daerah. Salah satu upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui pembentukann lembaga-lembaga yang mempunyai fungsi dan tugas dalam penanggulangan bencana.

Ditegaskan pembentukan Kelurahan/ Kalurahan Tangguh Bencana merupakan bagian upaya membangun ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana di DIY. Pihaknya bersyukur, Kalurahan Triharjo termasuk 268 kelurahan/ kalurahan tangguh bencana yang sudah terbentuk dari 301 kelurahan/ kalurahan di kawasan rawan bencana.

“Dengan semakin banyak terbentuknya kalurahan tangguh bencana yang didahului dengan rakornis, kajian ancaman dan penyusunan rencana kontinjensi maka masyarakat mempunyai pemahaman tentang kondisi potensi ancaman bencana di wiayahnya masing-masing. Kemudian mereka mampu melakukan upaya-upaya mengurangi risiko bencana,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Joko Agus Satyo Nahrowi memuji pembentukan Triharjo, Kalurahan Tangguh Bencana. Keberadaan relawan yang selalu bersinergi dengan semua unsur sudah teruji eksistensinya dalam penanganan kebencanaan. “Kami yakin kehadiran Forum PRB Kalurahan Triharjo akan semakin efektif dalam penanganan kebencanaan di wilayah ini,” ujarnya didampingi Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Winarta.

Rujukan mengimplementasikan program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) adalah Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) nomor 1/ 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Perka BNPB nomor 1/2012).

Sesuai regulasi, Kalurahan Tangguh Bencana harus memiliki kemampuan mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir SDM untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. Kemampuan diwujudkan dalam perencanaan pembangunan yang mengandung upaya-upaya pencegahan, kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana dan peningkatan kapasitas untuk pemulihan pascabencana. (Rul)

BERITA REKOMENDASI