Kankemenag Kulonprogo Terbitkan Panduan Ibadah Ramadan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama RI nomor : SE.03 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo menerbitkan Panduan Ibadah Ramadan bagi warga muslim. Panduan Ibadah Ramadan ini juga disesuaikan dengan Instruksi Bupati Kulonprogo nomor 4 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro di Kabupaten Kulonprogo untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

H Ahmad Fauzi SH Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo menyampaikan hal itu saat ditemui di kantornya, Kamis (08/04/2021). “Penyelenggaraan salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf di wilayah zona hijau dan kuning dapat dilaksanakan di masjid maupun musala dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dari kapasitas yang tersedia, dengan penerapan protokal kesehatan 5M secara ketat,” kata Fauzi.

Sedangkan bagi warga yang berada wilayah zona oranye dan zona merah, maka kegiatan tersebut dapat dilakukan di rumah masing-masing. “Panduan itu juga menyebutkan, bahwa dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah bashariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat,” ucap Fauzi.

Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, ahklaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah.

Dalam penerapan protokol kesehatan, takmir masjid/musala wajib menunjuk petugas yang memantau penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan membawa sajadah, mukena masing-masing. “Takmir masjid dan musala juga kami minta untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di dekat pintu masuk masjid /musala,” pungkas Fauzi. (Wid)

BERITA REKOMENDASI