Kasus Gangguan Jiwa Di Kulonprogo Peringkat Dua Nasional

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo melakukan pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa di Kulonprogo dinilai penting. Apalagi jumlah penderita gangguan jiwa di kabupaten ini tergolong tinggi. Bahkan tiap tahun tren kasusnya terus mengalami peningkatan.

Selain itu pusat layanan kesehatan jiwa juga masih tergolong minim. Sejumlah pihak pun mendorong pemkab setempat menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa.
Asisten Sekda (Asekda) I Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kulonprogo Jazil Ambar Was’an mengatakan, pegawai negeri sipil (PNS) merupakan salah satu unsur yang rentan terkena gangguan jiwa. Beban kerja kantor dan tekanan dari berbagai pihak dinilai menjadi pemicu menurunnya mental para PNS sehingga berpotensi mengalami gangguan jiwa.
“Prevalensi gangguan jiwa berat di Kulonprogo mengalami peningkatan dari 4,7 permil pada 2013 menjadi 19,3 permil pada 2018. Sementara prevalensi gangguan mental dan emosional naik dari 9,3 permil pada 2013 menjadi 12,1 permil pada 2018. Apalagi dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang menimbulkan berbagai persoalan berkaitan dengan ekonomi berpotensi meningkatnya potensi gangguan jiwa,” kata Jazil saat membuka Workshop Konsultasi Draf Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan Jiwa Kulonprogo, di Ruang Sermo Kompleks Pemkab setempat, Selasa (21/12/2021).
Manajer Proyek Kesehatan Jiwa Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum) Siswaningtyas mengatakan, Kulonprogo salah satu daerah dengan kasus penderita gangguan jiwa paling tinggi dibanding kabupaten lain di DIY. Di tingkat Nasional, Kulonprogo peringkat kedua.

BERITA REKOMENDASI