Kasus Penyelundupan Anjing, JPU Kejari Kulonprogo Ajukan Banding

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kulonprogo menilai vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wates terhadap terdakwa kasus penyeludupan anjing, Suradi (48) warga Sragen, Jawa Tengah tidak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta pada Kamis (21/10/2021).

“Kami mengajukan banding atas petunjuk Kepala Kejaksaan Negeri Kulonprogo, karena dalam aturan undang-undang yang didakwakan terhadap terdakwa terdapat ancaman hukuman pidana penjara minimal satu tahun penjara sesuai tuntutan kami. Tapi majelis hakim memutuskan 10 bulan di bawah aturan minimal pidana yang sudah diatur undang-undang tersebut,” kata Kasi Intelijen Kejari Kulonprogo, Yogi Andiawan, Kamis (28/10/2021).

Diungkapkan, sesuai UU RI nomor 41/2014 pasal 89 ayat 2 juncto pasal 46 ayat 5 atas perubahan UU no 18/ 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Bagi yang melanggar, ada ancaman minimal kurungan satu tahun penjara dan denda Rp 150 juta. Tapi majelis hakim PN Wates memiliki pendapat lain dan terdakwa divonis hukuman penjara 10 bulan potong masa tahanan satu bulan dengan denda Rp 150 juta.

“Terkait perkara tersebut majelis hakim sependapat dengan kami dalam pertimbangan hukumnya, bahwa terdakwa melanggar pasal 89 ayat 2 juncto Pasal 46 ayat 5 UU RI no 41/2014 atas perubahan UU no 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” jelas Yogi.

Tapi tambahnya ada perbedaan antara tuntutan dengan putusan lama hukuman pidananya. Tim JPU menuntut terdakwa satu tahun penjara sementara majelis hakim berpendapat lain dan menjatuhkan vonis 10 bulan penjara dipotong masa tahanan satu bulan.

BERITA REKOMENDASI