Kawasan Pelabuhan Tanjung Adikarta Diharapkan Jadi Obwis

Editor: KRjogja/Gus

WATES (KRJogja.com) – Masyarakat Desa Karangwuni Kecamatan Wates berniat memanfaatkan sementara kawasan Pelabuhan Tanjung Adikarta di muara Sungai Serang sebagai objek wisata baru. Pemikiran tersebut muncul menyusul belum berfungsi secara optimalnya pelabuhan sebagai tempat pendaratan kapal nelayan. Malalui Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Manunggal Adikarta, warga merintis dengan membangun tempat parkir dan menanam cemara udang di sebelah selatan pelabuhan.

“Rintisan kami lakukan sudah sekitar tiga bulan lalu dan mendapat respon cukup baik dari masyarakat. Terbukti sudah cukup banyak pengunjung yang datang ke sini,” kata Ketua Pokdarwis Manunggal Adikarta Tri Sukarno kepada Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE yang melakukan kunjungan lapangan bersama Komisi II di Kompleks Pelabuhan Tanjung Adikarta.

Diungkapkan, warga berkunjung ke tempat tersebut karena ingin melihat dari dekat lokasi pelabuhan. Tapi ada pula yang ingin menikmati fasilitas pelabuhan. “Saat lebaran kemarin kami menyewakan perahu untuk mengitari kolam pelabuhan hingga muara Kali Serang. Ternyata peminatnya cukup banyak,” tambah Tri.

Kendati demikian, Tri mengaku tidak mau gegabah memanfaatkan fasilitas pelabuhan sehingga berharap ada izin dari pengelola pelabuhan yakni Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dengan demikian tidak muncul masalah akibat konflik kewenangan. “Kami mohon DPRD memfasilitasi agar kami bisa mendapat izin pengelolaan wisata. Prinsipnya kami ingin mengoptimalkan manfaat pembangunan pelabuhan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Dewan Akhid Nuryati mendukung terobosan yang telah dilakukan Pokdarwis Manunggal Adikarta. Apalagi selama ini warga Karangwuni dan sekitarnya belum memperoleh manfaat yang optimal dari keberadaan pelabuhan. Padahal, pengorbanan masyarakat untuk mendukung pembangunan pelabuhan tersebut cukup besar. Antara lain merelakan tanahnya untuk membangun jalan masuk ke pelabuhan dengan nilai ganti rugi yang relatif rendah. Yakni Rp 800,- per metar persegi. (Rul)

BERITA REKOMENDASI