Keberadaan Bandara Berpengaruh pada Sensus Penduduk di Kulonprogo

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kulonprogo mengakui keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) diprediksi bakal memberikan pengaruh terhadap Sensus Penduduk (SP) 2020.

“Bandara memberikan tren dan pengaruh terhadap mobilitas penduduk, tapi hasilnya baru kita ketahui setelah sensus. Seperti keberadaan petugas di BIY tidak hanya diisi warga Kulonprogo saja, tetapi juga dari luar kota. Karena kepentingan pekerjaan, maka akan membuat seseorang tinggal di daerah yang berbeda dengan alamat yang tertulis di kartu penduduknya.

“Tahun 2010 lalu, jumlah penduduk Kulonprogo sebanyak 388.869 jiwa dan diproyeksikan ada penambahan tahun ini,” tutur Kepala BPS Kulonprogo Sugeng Utomo yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat Drs Rudiyatno MM kepada wartawan, Selasa (11/2/2020) petang.

SP2020 Online akan serentak dimulai 15 Februari hingga 31 Maret. Sedangkan SP Wawancara dilakukan 1 hingga 31 Juli 2020. Agar tidak terlewati maka masyarakat diharapkan partisipasi aktifnya dalam tahap I tersebut. “Untuk yang sepuh bila ada anggota keluarganya bisa dilakukan oleh anggota keluarga. Tetapi bila memang tidak ada yang bisa update online maka petugas akan mendatangi pada 1 sampai 31 Juli dengan wawancara,” katanya.

Dikatan Sugeng, SP2020 ini merupakan Sensus Penduduk yang ke-7 yang bertemakan “Satu Data Kependudukan Indonesia”. Sebanyak 54 negara juga melakukan sensus penduduk dan perumahan pada tahun 2020 ini. “SP2020 menjadi sensus penduduk pertama Indonesia yang memanfaatkan data registrasi penduduk dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Upaya ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan tema tersebut,” ucapnya.

Kenapa online? Karena dengan online partisipasi aktif masyarakat diharapkan meningkat, sebab dapat dilakukan kapan saja secara mandiri selama periode pelaksanaan Sensus Penduduk Online (SPO). “Selain itu dengan online dapat optimalisasi teknologi informasi. Literasi masyarakat terhadap penggunaan teknologi informasi yang semakin baik. Serta budaya cinta data, dengan online diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran maayarakat tentang arti pentingnya data, dimulai dari informasi pribadi,” ujar Sugeng.(Wid)

BERITA REKOMENDASI