Kebutuhan Air di Bandara YIA Baru 10 Ribu Kubik/Bulan

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Persediaan air bersih masih aman menghadapi bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon, Kulonprogo beroperasi penuh pada akhir Maret 2020 mendatang. Kebutuhan bandara diperkirakan mencapai 10 ribu meter kubik per bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di terminal dan kawasan bandara mengandalkan suplai dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ‘Tirto Binangun’ Kulonprogo. Kapasitas volume air bersih yang dialirkan ke bandara mencapai 14 liter per detik.

“Suplai air bersih aman dan sudah siap menghadapi bandara beroperasi penuh di akhir Maret mendatang. Suplai saat ini baru terpakai sekitar 5 liter per detik jika kebutuhan dalam satu bulan selama ini sekitar 10 ribu meter kubik,” ujar Jumantoro, Direktur Utama (Dirut) PDAM ‘Tirto Bingun’ Kulonprogo.

Hal tersebut disampaikan di sela-sela melakukan pengecekan kesiapan persediaan air bersih menghadapi bandara YIA beroperasi penuh di Gedung Water Tank (GWT) di kawasan bandara YIA Temon, Rabu (11/3/2020).

Jumantoro bersama Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan DPAM ‘Tirto Binagun Heri Santoso, Kepala Bagian (Kabag) Teknik, Sujoko menjelaskan masih akan mempersiapkan persediaan air bersih cadangan sebelum SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Bendung Kamijoro dari Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo dapat difungsikan.

Sebagai cadangan persediaan air, katanya membuat sumur bur dengan kedalaman sekitar 100 meter. Melalui pengeboran tersebut ditargetkan mampu menghasilkan kapasitas air sekitar 10 liter per detik. “Sekarang sedang dalam pengurusan perizinan. Pembuatan sumur bur untuk memberikan jaminan persediaan air di bandara tercukupi,” jelasnya.

Koordinator Lapangan Proyek Bandara Adi Nugroho yang mendampingi Dirut PDAM Tirto Binangun mengungkapkan kebutuhan air bandara dalam satu bulan selama ini sekitar 10 ribu meter kubik.
Air bersih dari PDAM masih melalui proses pengolahan di GWT bandara, sebelum disistribusikan untuk keperluan di dalam terminal dan kawasan bandara. Suplai air mencukupi untuk melayani kebutuhan bandara. “Suplai air bersih masih aman dan diperkirakan masih mencukupi untuk menghadapi bandara operasi penuh. Tidak ada kendala untuk proses pengolahan di GWT bandara,” ujar Adi Nugroho. (Ras)

BERITA REKOMENDASI