Kemenag DIY Belum Pastikan Jadwal Keberangkatan Umroh Berikutnya

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY, Ahmad Fauzi menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai keberangkatan jamaah umrah kloter selanjutnya pasca pemberangkatan puluhan jemaah umrah kloter pertama via Yogyakarta International Airport (YIA), Selasa (18/1).

Kendati demikian, Kanwil Kemenag DIY minta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memprioritaskan jamaah yang sebelumnya tertunda keberangkatannya.

“Belum ada laporan lagi yang akan memberangkatkan jamaah umrah dalam waktu dekat ini. Tapi prioritas bagi yang tertunda keberangkatannya dulu. Jumlahnya 3.586 orang, itu dari tahun 2020 tertunda akibat pandemi Covid-19” kata Ahmad Fauzi.
Ditegaskan, kendati belum mendapat informasi perihal keberangkatan jamaah umroh tapi hal tersebut tidak menutup PPIU menerima pendaftaran jamaah umrah baru.

Lebih jauh Ahmad Fauzi mengatakan, mayoritas PPIU di Yogyakarta merupakan cabang dari PPIU Jakarta dan Surabaya. Sehingga masih menunggu koordinasi dari PPIU pusat dan sejumlah asosiasi dalam pemberangkatan umrah selanjutnya.
Selain itu adanya ketentuan karantina dengan biaya sendiri sehingga menambah beban biaya para jamaah dan waktu pelaksanaannya. Jika biasanya hanya sembilan hari bertambah lama menjadi sekitar 20-25 hari.

“Dengan demikian pemberangkatan umrah kloter selanjutnya menunggu pandemi reda,” tuturnya mengingatkan PPIU menatati kebijakan one gate policy

(kebijakan satu pintu melalui) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Selain itu menatati Keputusan Menteri Agama (Kemenag) nomor 1.332/ 2021 tentang PPIU masa pandemi covid-19 dan juga harus memastikan ketersediaan, kevalidan dokumen, paspor, visa, dokumen vaksin, hasil tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR), Aplikasi Pedulilindungi dan Tawakkalna, dokumen pembayaran karantina.

“Kemudian melaporkan melalui input data di aplikasi Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus),” katanya. (Rul/Wid)

 

BERITA REKOMENDASI