Khawatir Timbulkan Polusi, Warga Sringkel Plumbon Tolak Pembangunan TPST

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJogja.com – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Pedukuhan Sringkel Kalurahan Plumbon Kapanewon Temon oleh UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo ditolak warga setempat. Untuk menunjukkan keseriusan penolakan, warga memasang spanduk di sepanjang jalan desa.

Ketua Warga Penolak TPST Plumbon, Muslim Badrudin mengatakan, warga menolak kehadiran TPST khawatir dampak negatifnya. Seperti aroma menyengat dan jalan rusak diakibatkan mobilitas armada pengangkut sampah. Muslim mengklaim hampir 90 persen warga pedukuhan setempat menolak hadirnya TPST di wilayah mereka.
Selain itu tanah kas kalurahan yang akan digunakan sebagai lokasi TPST merupakan lahan pertanian produktif yang dipakai masyarakat untuk bercocok tanam.

“Intinya kami akan menolak, khawatir dampak yang dihasilkan dari kehadiran TPST tersebut akan menyengsarakan masyarakat,” katanya, Jumat (5/3).
Sementara Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan DPUPKP Kulonprogo, Toni SIP menegaskan, pembangunan TPST Plumbon baru tahap rencana. Sehingga belum ada kejelasan terkait dengan pelaksanaan pembangunannya.

Dipilihnya Plumbon sebagai salah satu lokasi TPST, karena lokasinya strategis bisa jadi opsi pendukung ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto nanti penuh. Hadirnya TPST juga akan mendukung kawasan aerotropolis seiring hadirnya Yogyakarta Internasional Airport/ Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

BERITA REKOMENDASI