Klaster Bojong Berdampak Penutupan Balai Kalurahan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Fajar Gegana menegaskan munculnya klaster baru Covid-19 di Kalurahan Bojong Kapanewon Panjatan diduga akibat kelalaian petugas gugus tugas dalam mengawasi kegiatan masyarakat di wilayah tersebut. Akibat adanya klaster baru tersebut menyebabkan Balai Kalurahan Bojong untuk sementara ditutup.

Kasus Covid-19 terjadi di Padukuhan 10 Kalurahan Bojong, Panjatan. Kuat dugaan penularan berasal dari salah satu warga yang kemudian menulari warga lainnya di kalurahan setempat.

“Sumber penularan berasal dari salah satu warga kemudian kontak dengan warga lain saat mengikuti sebuah kegiatan,” ungkap Wabup Fajar Gegana di ruang kerjanya, Selasa (09/03/2021).

Disinggung tentang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, Wabup mengungkapkan yang bersangkutan perempuan bekerja sebagai pedagang kelapa yang kesehariannya banyak berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai wilayah. Sehingga diduga awal penularan berasal lari luar Kalurahan Bojong.

Penularan meluas karena warga terkonfirmasi positif tersebut kontak langsung dengan warga lain saat kerja bakti dan hajatan. Yang bersangkutan bertugas sebagai juru masak di kegiatan tersebut. Akibatnya terdapat 13 warga yang dinyatakan positif dan kini sedang perawatan di rumah masing-masing. “Petugas sudah melakukan tracing terhadap ratusan orang yang diduga kontak langsung dengan warga yang positif,” tambahnya.

Lebih lanjut Fajar Gegana mengatakan, meluasnya klaster di Bojong didugat kuat karena kurangnya penerapan protokol kesehatan. Selain itu minimnya kesadaran masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Karena masih menggelar kegiatan pengumpulan massa di tengah masa pandemi.

Padahal gugus tugas sudah menerbitkan imbauan dan larangan agar masyarakat tidak berkegiatan yang berpotensi terjadi kerumunan. Pihaknya juga menilai gugus tugas di tingkat kalurahan terkesan kurang maksimal dalam melakukan pengawasan kegiatan di masyarakat.

Menindaklanjuti hal tersebut pihaknya akan mengevaluasi peran gugus di wilayah tersebut. “Kami akan mengambil tindakan minimal teguran terhadap gugus tugas di tingkat kalurahan, karena mungkin kasus ini terjadi akibat kelalaian,” tegasnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI