Komisi 1 Minta Panitia Pilur Jalankan Tugas Sesuai Regulasi dan Netral

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJogja. com– Komisi 1 DPRD Kabupaten Kulonprogo meminta panitia pemilihan lurah (Pilur) agar menjalankan tugasnya sesuai regulasi yang ada. Panitia juga harus netral, karena bila tidak netral akan membuat repot banyak pihak.
Hal itu terungkap dalam monitoring Komisi 1 (Bidang Pemerintahan) DPRD Kabupaten Kulonprogo terkait persiapan Pilur di dua kalurahan yakni Banguncipto Sentolo dan Wijimulyo Nanggulan, Kamis (17/06/2021). Monitoring dipimpin Wakil Ketua 1 H Ponimin SE MM, dan diikuti Ketua Komisi 1 Drs Suharto, serta anggota terdiri Maryono, Keksi W, Upiya Al Hasan, Suprapto, Agus S, Qois RF, dan Suryanto.
Dikatakan Ponimin, rata-rata kalurahan sudah menjalankan proses pilur yang telah diatur dalam Perda No 4 Tahun 2020 Tentang Lurah dan Perbup No 88 Tahun 2020. “Diharapkan nanti implementasinya dukungan dari tokoh masyarakat maupun tokoh agama agar perjalanan dapat sukses mendapatkan pemimpin yang amanah,” ujarnya.
Ditambahkan Ponimin, kesiapan panitia dengan sembilan orang, yang wilayahnya luas harus ada perhatian khusus, karena tidak bisa mewakili perpedukuhan. Harapannya Badan Permusyawaratan  Kalurahan (BPK) harus mewakili aspirasi di pedukuhan tersebut, agar kelak di kemudian hari tidak ada ketimpangan.
Ketua Komisi 1 DPRD Kulonprogo Suharto juga mengingatkan kepanitiaan. Panitia diminta agar netral tidak memihak kepada salah satu calon. “Karena panitia kalau berpihak akan repot, baik dari segi pemilihnya ataupun teknis pelaksanaan. Jangan sampai ada keberpihakan, karena akan mudah terbaca oleh masyarakat. Kalurahan jangan sampai terjadi gugatan, sebab akan melelahkan jalannya pemerintahan dan menyita waktu,” ucap Suharto sambil berpesan pula ketika pilur di masa pandemi ini agar tidak terjadi kerumunan.
Persiapan pilur di Kalurahan Wijimulyo, disampaikan Panitia Pilur Paryanta, hingga Kamis pukul 11.15 yang sudah memasukkan berkas sebanyak 4 orang (3 putra dan 1 putri) merupakan warga setempat. “Kami masih menunggu hingga penutupan. Bersyukur karena banyak yang mendaftar. Untuk jumlah pemilih sekitar 3.800 orang dengan 11 TPS,” kata Paryanta.
Sedang di Kalurahan Banguncipto, dikatakan Carik Saiful Anwar, semua proses persiapan pilur sudah melalui regulasi yang ada. “Hingga Kamis pukul 09.45 yang memasukkan berkas ada 3 orang. Sebelum memasukkan berkas, biasanya para calon berkonsultasi dengan panitia agar tidak salah dalam memahami persyaratannya,” ujar Saiful sambil menambahkan bahwa potensi pemilih ada sekitar 3.500 orang dengan 7 TPS. (Wid)

BERITA REKOMENDASI