Krisis Pendorong, Nelayan Perlu Penarik Perahu di Pendaratan Pantai

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Para nelayan mengharapkan pemerintah dapat memasilitasi hoist atau kerekan penarik beban untuk mempermudah pekerjaan pendaratan Perahu Motor Tempel (PMT) di pantai selatan Kulonprogo. Para nelayan menyatakan di pantai pemberangkatan dan pendaratan PMT tidak tersedia prasarana yang memadai. Setiap hendak melaut dan kembali dari melaut, mengandalkan bantuan jasa tenaga pendorong. 

“Tenaga pendorong di setiap TPI dari waktu ke waktu terus berkurang. Sekarang masih ada tetapi sebagian besar sudah tua, harus kerja keras menaikan dan menurunkan perahu,” ujar Sudarmanto, petugas TPI Karangwuni, belum lama ini.

Menurutnya, di pantai pendaratan nelayan membutuhkan alat bantu penarik beban yang dilengkapi dengan gerobak PMT. Peralatan tersebut mempermudah menyandarkan perahu di daratan pantai tertinggi, terhindar terjangan gelombang laut.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kulonprogo Sudarno mengatakan menghadapi krisis tenaga pendorong, nelayan yang beroperasional di sepanjang pantai selatan Kulonprogo membutuhkan alat bantu kerekan penarik beban perahu.

Menurutnya, hendak berupaya dapat memasilitasi alat bantu penarik perahu kepada para nelayan. Minimal setiap TPI membutuhkan satu paket peralatan penarik beban beserta gerobak perahu. "DPK sedang mengusulkan di 2020 dengan harapan dapat realisasikan melalui APBD 2021. Sesuai jumlah TPI yang dikelola pemerintah, hanya membutuhkan alat penarik beban empat paket,” tutur Sudarno.(Ras)

BERITA REKOMENDASI