KSP Banyak Tahu Kewajiban Terhadap Pajak

PENGASIH, KRJOGJA.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Kabupaten Kulonprogo masih banyak yang belum tahu akan kewajibannya terhadap pajak. Dalam upaya memberikan edukasi dan kesadaran wajib pajak tersebut, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates menggelar penyuluhan kewajiban perpajakan pada KSP.

Hal itu dikatakan Kepala KPP Pratama Wates Herlin Sulismiyarti saat penyuluhan kepada koperasi simpan pinjam, di Balai Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih, Selasa (05/09/2017). Penyuluhan dibuka Wabup Drs H Sutedjo diikuti 134 koperasi, yang terbagi dua Selasa (05/09/2017) sebanyak 69, dan Rabu (06/09/2017) 65 wajib pajak.

"Koperasi simpan pinjam ini berbadan hukum yang berbeda dengan PT atau CV, sehingga ada perlakuan perpajakan khusus. Kekhususannya adalah mereka memotong pajak dari sisa hasil usaha (SHU). Kenapa kita saat ini fokus untuk koperasi ini, ternyata banyak wajib pajak dan banyak pula yang belum memahami kewajiban perpajakannya," ujarnya.

Lebih jauh Herlin mengungkapkan, KPP Pratama Wates total penerimaan pajak sampai dengan 4 September 2017 mencapai Rp 92,8 Miliar dari target sebesar Rp 215 M atau sebesar 43,17 persen dengan pertumbuhan penerimaan sebesar 6,67 persen. "Kewajiban wajib pajak ada 4 yaitu daftar, hitung (wajib ada pembukuan dan pencatatan), bayar dan lapor," katanya.
 
Wabup Sutedjo berharap dari  penyuluhan ini pengurus koperasi memiliki pemahaman yang memadai tentang perpajakan dan menyadari sebagai wajib pajak. Sehingga koperasi menjadi wajib pajak yang taat hukum dan taat peraturan perundang-undangan.
 
Kepada KPP Pratama Wates, Sutedjo menyampaikan, pemkab wajib menumbuhkan koperasi, diharapkan koperasi yang baru tumbuh, jangan terbebani pajak yang besar agar dapat berkembang. "Ke depan diharapkan koperasi yang bergerak ke sektor riil 70 persen. Koperasi jadi soko guru ekonomi dan tetap menjaga spirit. Berharap koperasi juga dibina agar tumbuh subur," urainya.(Wid)
 

BERITA REKOMENDASI