KUA Kalibawang Luncurkan ‘Sidanik Duduk Manis’

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Kalibawang bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo meluncurkan program Integrasi Data Pernikahan-Kependudukan Suami dan Istri (Sidanik Duduk Manis).

Peluncuran tersebut merupakan yang pertama dilakukan KUA di Kulonprogo, yaitu pada akad nikah antara Hery Kurniawan warga Jatisarono Nanggulan dan Novri Susanti warga Banjararum Kalibawang yang dipandu Kepala KUA Kalibawang H Afwan Zuhdi SAg MA, Senin (24/02/2020) di Balai Nikah KUA setempat. Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (KaKanKemenag) H Ahmad Fauzi SH dan Kasie Bimas Islam H Saeful Hadi SAg MPdI, Kepala Dinas Dukcapil Ir Hj Aspiyah MSi, Polsek, serta Kapanewon dan Kalurahan.

Pengantin seusai akad nikah langsung mendapatkan 9 dokumen, yakni 4 dari KUA berupa 2 surat nikah, 1 kartu nikah (dibawa ketika bepergian), dan dokumen Pakta Kesalingan. Sedangkan dari Disdukcapil menyerahkan 5 dokumen terdiri 2 KTP-el baru (perubahan status perkawinan), 3 Kartu Keluarga (KK) yang baru untuk keluarga pengantin, keluarga pihak laki-laki dan keluarga pihak perempuan.

Kepala KUA Kalibawang H Afwan Zuhdi SAg MA mengatakan program ini adalah upaya inovasi dalam memudahkan pelayanan pada masyarakat dan bekerja sama dengan Disdukcapil Kulonprogo. “Selain kaitan dokumen dalam program integrasi data, kami juga minta pengantin untuk menebar ikan dalam program Tebar Ikan Pesuli Alam dan Fauna (Bariklana) yakni di Embung Karapyak Pantog Wetan Banjaroyo Kalibawang,” tambahnya.

Hal ini dibenarkan oleh KaKanKemenag Ahmad Fauzi. Bahwa program ini sebagai tindak lanjut MoU (nota kesepahaman) antara Kemenag dan Pemkab/Bupati bulan Januari 2020, serta ditindaklanjuti perjanjian kerjasama Disdukcapil dan KUA. “Dari 12 KUA se-Kulonprogo, KUA Kalibawang ini yang pertama meluncurkan program tersebut, dan nanti akan diikuti KUA yang lain,” kata Fauzi.

Disampaikan Kadinas Dukcapil Kulonprogo Aspiyah, kegiatan integrasi data merupakan terobosan untuk mengimplementasikan inovasi Perkawinan Lancar Dokumen Meluncur (Kacar Kucur) yang selama ini diarahkan bagi pasangan pengantin nonmuslim. Kemudian dikembangkan untuk muslim dengan penyerahan dokumen dari KUA yakni surat dan kartu nikah serta pakta kesalingan. “Tujuannya agar terwujud tertib administrasi bagi warga yang telah mengalami peristiwa penting yang berakibat berubahnya elemen data kependudukan (status perkawinan),” ujarnya.(Wid)

BERITA REKOMENDASI