Kulonprogo Berada Di Posisi Terakhir MCP KPK

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Korwil 8 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi menjelaskan, Monitoring Centre for Prevention atau MCP merupakan alat ukur yang dibuat oleh KPK pada aplikasi ‘Jaga’ dalam upaya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dengan tujuan mendorong perbaikan sistem, regulasi serta terpenting implementasi sistem pengelolaan yang lebih transparan.

“Alasan mengundang gubernur, bupati dan walikota lantaran pertama, banyak kepala daerah terlibat sebagai pelaku korupsi dan diproses hukum. Kedua, bisa memahami, mengetahui fungsi dan kegunaan MCP di pemerintah daerah. Ketiga, MCP tolok ukur keseriusan pemda dalam upaya mencegah korupsi karena terdapat indikator dan sub-indikator yang harus dipenuhi. Yang utama implementasinya ada keseriusan kepala daerah. Keempat, kepala daerah diharapkan bisa jadi contoh dan tauladan dalam perilaku kehidupannya. Bawahan atau staf tergantung bagaimana kepala daerah sehingga, kepala daerah memiliki tanggung jawab yang besar,” katanya dalam rapat koordinasi secara daring terkait Progress MCP 2020.

Sementara itu Bupati Kulonprogo, Drs Sutedjo yang mengikuti rakor di ‘Command Room’, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Selasa (24/11) menegaskan, pihaknya berkominten menindaklanjuti sisi-sisi mana yang nilainya masih rendah di antaranya perencanaan penganggaran, optimalisasi pajak dan manajemen aset. “Tentu akan kami lakukan upaya-upaya maksimal sehingga bisa meningkatkan nilai untuk Kabupaten Kulonprogo,” katanya.

BERITA REKOMENDASI