Kulonprogo Masih Kekurangan Mangrove

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO (KRjogja.com) – Pedukuhan Nglawang, Desa Jangkaran Kecamatan Temon masih membutuhkan ribuan mangrove agar bisa seperti di Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu yang sudah menjadi kawasan mangrove. Jika kebutuhan tersebut sudah terpenuhi maka nantinya Pedukuhan Nglawangan akan digagas sebagaia kawasan wisata.

"Meski sudah banyak dan berkembang, namun ada beberapa yang harus disulam, karena sesuatu hal ada yang mati atau rusak. Sedangkan pembibitan tetap diusahakan oleh warga dalam upaya pengembangan," ujar Kasubag Pertanian dan Kelautan Bagian Perekonomian Setda Kulonprogo, Ir Ambar Utami kepada KRjogja.com, Selasa (06/09/2016).

Pedukuhan Nglawang yakni pedukuhan paling timur di Desa Jangkaran masih harus dikembangkan. Ada luasan 2 hingga 3 hektar lahan yang membutuhkan sekitar 5.000 batang mangrove, sementara ini sudah ada tanaman mangrove tapi masih relatif baru.

"Kawasan mangrove dikembangkan di Nglawang, karena di kawasan Pasir Mendit dan Kadilangu sudah padat. Di Nglawang pernah ditanami cemara, namun karena air pasang tinggi banyak yang hilang. Sebenarnya masih ada potensi penanaman mangrove di wilayah Desa Jangkaran dari bekas-bekas tambak udang yang sudah tidak dipakai di atas tanah Paku Alam Ground (PAG). Namun sampai saat ini belum dimanfaatkan," ujarnya.

Lebih lanjut Ambar Utami menjelaskan, Kulonprogo wilayah yang cocok ditanami mangrove memang hanya di Desa Jangkaran. Potensi tersebut dikembangkan karena zonasinya kawasan mangrove. Namun di wilayah Desa Banaran beberapa waktu lalu pernah ditanami dan masih dalam penelitian dari Fakultas Kehutanan UGM untuk melihat perkembangannya lebih lanjut. (Wid)

BERITA REKOMENDASI