Kulonprogo Masih Kurang Penggunaan Aplikasi ‘E-Goverment’

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kendati seluruh Indonesia memiliki perwakilan pemerintahan e-goverment tapi Kulonprogo menjadi satu-satunya pemerintahan di DIY yang melakukan pemeriksaan kinerja e-goverment yang berlangsung selama 15 hari, 3 – 17 Agustus dengan pemeriksaan pendahuluan yang menyesuaikan tim nasional.

“Jadwal menyesuaikan dari pusat, rencananya dilaksanakan September. Setelah selesai pendahuluan, harus digabung dengan pusat untuk menentukan program pemerintah beserta izinnya,” kata Kepala Perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) DIY, VM Ambar Wahyuni dalam pertemuan dengan Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo di Ruang Rapat Menoreh, kantor bupati setempat, Senin (3/8/2020).

Pertemuan membahas seputar pemeriksaan kinerja pendahuluan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 2019 dan 2020 Semester 1. Ambar mengungkapkan, secara umum Pemkab Kulonprogo kurang penggunaan aplikasi dibanding pemda-pemda lain di DIY. Dengan adanya pemeriksaan, diharapkan dapat meningkatkan penggunaan aplikasi sehingga pelayanannya bisa tepat dan memudahkan dalam pengelolaan keuangan, sehingga bisa tepat waktu dan akurat.

BERITA REKOMENDASI