Kulonprogo Nominasi Kabupaten Sangat Inovatif

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dalam even Government Inovative Award 2018, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menominasikan Kabupaten Kulonprogo sebagai 10 Kabupaten Sangat Inovatif. Pada ajang bergengsi tersebut, Kulonprogo satu-satunya perwakilan DIY dan bersaing dengan 9 kabupaten lain di seluruh Indonesia.

“Pemaparan dilaksanakan di Kemendagri 3-5 Desember 2018 lalu. Tim penilai inovasi dari Kemendagri, Kementerian PAN & RB, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, LIPI, Lembaga Administrasi Negara (LAN) serta unsur Akademisi,” kata Bupati dr Hasto Wardoyo.

Di depan tim penilai, Hasto memaparkan 8 inovasi yang telah dilakukan, batik gebleg renteng, AirKu, Beras Daerah/ Rasda. Layanan kependudukan Sedati (sekali datang dapat tiga), Layanan kependudukan Bela AktaKu, mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Pendidikan Karakter pada siswa dan Pemantauan Kinerja Perangkat Daerah melalui Monevku, Salah satu kriteria penilaian, keselarasan antara inovasi dan kelengkapan regulasi pendukungnya.

Dalam paparannya Hasto menegaskan regulasi saja tidaklah cukup tapi harus dikuatkan dengan ideologi yang berfokus pada semangat dan nilai kemanfaatan dari sebuah terobosan. Dalam implementasinya, Hasto mengedepankan syiar dakwah dan menciptakan zero enemy. Berfokus pada program-program yang cepat dan nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sejalan dengan paradigma pemerintahan terbuka dan melayani.

“Batik gebleg renteng, AirKu dan Rasda merupakan wujud filosofis ideologis Bela Beli Kulonprogo pada aspek ekonomi. Hal ini berfokus pada tekad dan niat untuk mewujudkan kemandirian pangan dan mencintai serta menggunakan produk lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar negeri,” ungkap Hasto.

Layanan kependudukan Bela AktaKu. Begitu lahir akta kudapat merupakan layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bekerja sama layanan kesehatan (rumah bersalin, puskesmas dan rumah sakit). Pada saat bayi lahir dapat diproses sekaligus tiga jenis dokumen kependudukan (akte kelahiran, kartu keluarga dan Kartu Identitas Anak). Sedangkan Sedati dilaksanakan berdasarkan laporan kematian dari pemerintah desa, output tiga dokumen sekaligus yaitu akte kematian, KK dan KTP. (Rul)

BERITA REKOMENDASI