Kulonprogo Skrining 1.093 ASN, 2 Positif

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kulonprogo akan dilakukan skrining rapid test hingga 21 Oktober mendatang untuk tahap pertama. Ini diadakan untuk melihat peta, sejauh mana ASN Kulonprogo terkena Covid atau tidak. Sampai Kamis (08/10/2020) sudah skrining pada 1.093 orang, dan hasilnya 17 di antaranya reaktif dan langsung ditindaklanjuti dengan swap test, ditemukan dua di antaranya positif.

“Dua kasus ini sudah dalam kondisi sakit saat dilakukan skrining. Bahkan satunya masih cuti, tapi karena ada rapid massal maka dia masuk. Keduanya dari Wates. Kontak dari dua kasus ini di tempat kerja, kami melakukan tracing dan mendapatkan 18 orang yang telah kontak erat dan sudah di swab test, hasilnya semua negatif,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo drg Baning Rahayujati MKes, Jumat (09/10/2020).

Pada kasus di Wates ini satu ada kasusnya. Yakni empat yang didapatkan semuanya negatif dan satu mendapatkan kontak erat di keluarga ada 7. Dari 7 itu, 6 di antaranya positif tapi dari keluarga. Sedangkan dari 1 kasus positif lainnya, tidak ada yang tertular.

“Sehingga dapat disimpulkan, dua kasus dari konfirmasi ASN didapatkan bukan di tempat kerja. Satu kasus adalah ASN pindahan di mana di tempat kerja sebelumnya pernah positif. Sehingga kasus ini kita anggap reinfeksi. Dua-duanya sudah kita isolasi di Rumah Singgah Teratai (RST),” terang Baning.

Kemudian untuk klaster, 3 klaster sudah selesai yakni Klaster Srikayangan, Lendah, dan Palihan. Untuk sampai pekan ini klaster Gununggempal dari 13 kasus sembuh 8 masih ada 5 yang positif. Klaster arisan 27 kasus sembuh 13, meninggal 1, dan masih ada 13 yang positif. “Semoga tidak ada penambahan lagi di klaster arisan. Kasus terakhir 4 Oktober,” ucapnya sambil menambahkan kasus Covid-19 hingga Jumat (09/10/2020) pukul 12.00 WIB ada penambahan 3 kasus yaitu 2 dari Kalibawang dan 1 dari Samigaluh, sehingga total kasus hari ini ada 195 kasus dan kasus sembuh 1 orang dari KP-94 Galur.

Lebih lanjut Baning menyatakan posisi Rumah Sakit Rujukan sampai 9 Oktober RSUD Wates dengan 16 kapasitas terisi 11,  RSUD NAS kapasitas 4 terisi 2, Rumah Singgah Teratai (RST) ada isi 20. “Perkembangan Covid secara global di Kulonprogo naik, hanya peningkatannya tidak tajam. Adanya klaster membuat perkembangan menjadi tinggi, namun saat ini sudah mulai berkurang,” ujarnya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI