Kulonprogo Status Siaga Darurat Penanganan Kekeringan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Wilayah Kulonprogo dalam status siaga darurat penanganan bencana kekeringan akibat perubahan iklim ekstrem musim kemarau yang menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan meluas, Pemkab menganggarkan melalui Biaya Tak Terduga (BTT) sekitar Rp 80 juta atau sekitar 320 tangki air untuk membantu masyarakat di wilayah kekeringan yang kesulitan air bersih.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kulonprogo, Ariadi menyatakan pihaknya siap melakukan droping bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah yang dilanda kekeringan. ”Perubahan iklim dan cuaca mengakibatkan terjadi kekeringan di Kulonprogo. Prakiraan BMKG puncak kemarau terjadi di Agustus dan September,” ujarnya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Edi Wibowo mengatakan telah mengkoordinasikan penanganan dampak kekeringan secara cepat, tepat dan terpadu dikoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (Ras)

BERITA REKOMENDASI