Kulonprogo Tambah 2 Positif Covid-19

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Setelah selama dua hari kasus Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo sempat nihil, Rabu (14/10/2020) terjadi penambahan dua positif Covid-19. Keduanya yakni laki-laki (51) warga Kulwaru Wates diperoleh saat kontak perjalanan dari Cengkareng dan saat ini dirawat di RSUD Wates dan laki-laki (36) Pleret Panjatan kontak kasus luar Kulonprogo sekarang dirawat di RS Bhayangkara.

“Sedang sembuh 3 orang, yakni KP-120 dan KP-122 Pengasih, serta KP-70 Galur,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo drg Baning Rahayujati MKes, Rabu (14/10/2020)

Dikatakan Baning, jumlah penderita Covid-19 di Kulonprogo dilihat secara total mengalami penurunan. Dari data per 14 Oktober, total 201 orang yang terkonfirmasi positif, 141 di antaranya dinyatakan sembuh, 55 melakukan isolasi (17 di rumah sakit dan 38 mandiri) serta lima meninggal dunia. Tetapi, untuk perkembangan kasus harian, ada peningkatan meski tidak terlalu signifikan.

Awal pandemi, penambahan kasus Covid-19 di Kulonprogo setiap harinya paling banyak 3 orang. Tetapi memasuki September, terjadi peningkatan jumlah kasus baru menjadi sekitar 10 orang per hari. Lonjakan kasus harian ini tidak lepas dari kemunculan klaster, salah satunya adalah klaster Arisan di Tlogolelo Hargomulyo Kokap. “Bulan September tinggi karena ada klaster, sehingga kesimpulannya Kulonprogo mengalami kenaikan kasus, namun secara umum jumlah penderitanya turun karena sembuh,” ucapnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, dr Sri Budi Utami MKes, kebijakan penanganan penderita Covid-19 dibagi tiga bagian, meliputi perawatan di rumah sakit rujukan, perawatan di Rumah Singgah Teratai (RST) dan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Pelaksanaan isoman diawasi Dinkes dibantu satgas Covid-19 tingkat kalurahan.

“Rumah sakit rujukan ditujukan bagi penderita yang sudah terkonfirmasi positif dengan gejala sedang ataupun berat. Untuk RST adalah pasien dengan kondisi tidak ada gejala sampai dengan ringan, karena di sana tidak ada pelayanan medis seperti halnya di rumah sakit rujukan,” ucap Sri Budi.

Isoman, jelas Sri Budi, dilaksanakan di bawah pantauan Dinkes, ini dipertimbangkaan pula dengan lokasi yang sudah memenuhi syarat untuk menjalani isolasi mandiri. Yakni seperti memiliki dua kamar mandi terpisah dan kamar sendiri yang tidak gabung dengan anggota keluarga lain. (Wid)

BERITA REKOMENDASI