Masyarakat Diminta Tak Sembarangan Lakukan Fogging

Editor: Ivan Aditya

KULONOPROGO, KRJOGJA.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kulonprogo selama Januari hingga Februari 2020 tercatat sebanyak 67 kasus. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo menetapkan status waspada untuk penyakit DBD ini. Masyarakat diminta untuk tetap selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungannya.

”DBD seharusnya polanya terjadi enam tahunan, sehingga puncaknya pada tahun 2022 mendatang, namun ini awal tahun 2020 sudah terjadi peningkatan cukup tinggi. Kenaikannya seharusnya pendek, tetapi ini cukup tinggi. Karena itu, kita cukup waspada,” ujar drg Baning Rahayujati MKes Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo.

Baning menuturkan, kasus DBD tahun 2019 tercatat mencapai 296 kasus tanpa kasus kematian. Kasus meninggal dunia, terakhir terjadi pada 2017. Sedangkan selama dua bulan tahun ini tidak ada kasus kematian pada pasien.

”Lonjakan kasus DBD ini terjadi secara nasional. Di Kulonprogo, daerah Perbukitan Menoreh yang sebelumnya tidak ada nyamuk aedes aegypti, kali ini ditemukan pula. Hal tersebut diperparah dengan masyarakat yang belum menjalankan pemberantasan sarang nyamuk dengan benar dan rutin,” ujarnya.

Fogging atau pengasapan dilakukan Dinkes pada Rabu (04/03/2020) di Pedukuhan Prembulan Kalurahan Pandowan Kapanewon Galur. Sebab di wilayah itu ada sedikitnya 11 warga yang terjangkit DBD. Selain Prembulan, sudah difogging pula di Terbah Wates, Glagah Temon, Brosot Galur, dan Sidorejo Lendah. Fogging akan dilakukan juga di lima titik lain yang wilayahnya terdeteksi ada penularan setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kulonprogo, dr Sri Budi Utami MKes menyatakan, meski masyarakat seringkali menganggap fogging sebagai cara jitu pemberantasan nyamuk, tetapi warga diminta untuk tetap tidak bergantung pada penyemprotan ini. Warga juga tidak boleh gegabah minta dilakukan fogging kepada Dinkes maupun pihak swasta, karena yang menentukan lokasi fogging merupakan kewenangan Dinkes. (Wid)

BERITA REKOMENDASI