Kunjungi BIY, Menpar Arief Yahya Optimis Target 2 Juta Wisman Tercapai

Editor: KRjogja/Gus

TEMON, KRJogja.com – Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Dr Arief Yahya MSc menegaskan, peningkatan kunjungan wisatawan bisa sangat cepat dengan adanya bandara. Tapi upaya percepatan pengembangan pariwisata sering terkendala belum maksimalnya aksesibilitas dari bandara ke objek wisata (obwis). Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta/ Yogyakarta International Airport (BIY/ YIA) di Temon sesungguhnya menjadi harapan baru dalam peningkatan kunjungan wisatawan di sejumlah obwis. Sehingga pihaknya optimis target kunjungan dua juta wisatawan manca negara pada 2020 di wilayah DIY dan Jateng bisa tercapai seiring beroperasinya BIY.

"Kunci utama keberhasilan sektor pariwisata karena didukung aksebilitas yang tersedia, seperti YIA dan pembangunan ruas-ruas jalan yang bisa menghubungkan bandara ke sejumlah obwis di DIY dan Jateng," kata Menpar Arief Yahya saat berkunjung ke BIY, Temon, Jumat (23/8).

Sebelum meninjau market

, terminal dan stand serta sejumlah fasilitas BIY, Menpar RI bersama rombongan mendengarkan presentasi yang disampaikan Dirut PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi di ruang rapat rekanan yang membangun BIY, PT Pembangunan Perumahan (PP).  
Sebagai upaya mendukung optimalisasi aksesibilitas dari bandara ke tempat-tempat obwis di DIY dan Jateng, Kemenpar bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) telah mengalokasikan anggaran Rp 2,1 triliun untuk percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata di Jateng dan DIY. 

Dana Rp 2,1 triliun tersebut untuk membangun infrastruktur dan moda trasportasi dari BIY ke sejumlah obwis di DIY dan Jateng. "Telah diberikan anggaran tambahan untuk Otorita Borobudur dan sekitarnya, sebesar Rp 2,1 triliun. Yang Rp 1,5 triliun di antaranya berasal dari Kemen PUPR. Sehingga aksebilitas dari BIY menuju Yogyakarta dan Borobudur bisa maksimal atau lancar," jelasnya. 

Diungkapkan, pada 2020 anggaran untuk pengembangan destinasi Borobudur mengalami kenaikan jadi Rp 1,5 triliun. "Kami minta Badan Otoritas Borobudur menentukan lokasi wisata yang mendesak dikembangkan dan segera dilakukan pendanaan. Kami juga minta BOB melibatkan AP I dalam menyusun Integrated Tourism Master Plan (ITMP) yang ditargetkan selesai Oktober 2019. Kemenpar, PT Garuda, PT AP I dan Dispar akan bersinergi mendatangkan wisman ke BIY," ujarnya. 

Agar upaya menarik wisman ke DIY dan Jateng melalui BIY bisa maksimal, maka menpar berharap AP I selaku pengelola BIY ikut mempromosikan penerbangan internasaional sekaligus memberikan potongan harga bagi pesawat penerbangan internasional yang mendarat di BIY, dalam rangka percepatan pertumbuhan wisata.

Dirut PT AP I Faik Fahmi menegaskan, dalam upaya ikut mendongkrak tingkat kunjungan wisata di DIY dan Jateng, pihaknya telah membebaskan biaya pendaratan selama enam bulan ke depan dan potongan 50 persen enam bulan selanjutnya. "Baik pesawat carter dan reguler yang mendarat di BIY kami bebaskan biaya pendaratan hingga enam bulan ke depan. Setelah enam bulan, kami masih memberikan diskon 50 persen," ungkap Faik Fahmi.

Tentang aksesibilitas, Faik berharap ada percepatan pembangunan infrastruktur moda transportasi pendukung BIY. Selama ini kendala perkembangan wisata di DIY – Jateng, aksesibilitas. Pihaknya mengklaim adanya BIY, pariwisata di DIY dan Jateng mengalami perkembangan cukup baik karena layanan menjadi lebih luas. "Kami mengharapkan pembangunan konektifitas intermoda, tol dan jalur kereta lebih cepat, sehingga akan mempermudah akses. Berdasarkan data penerbangan, wisman khususnya dari Malaysia dan Singapura mulai berdatangan ke DIY, karena ada penerbangan langsung dari dua negara tersebut ke DIY," tuturnya. 

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo saat berdialog dengan Menpar Arief Yahya mengungkapkan, pihaknya mulai pembenahan berbagai fasilitas wisata. "Kami masih melakukan kajian paket wisata supaya wisatawan tinggal lama di DIY, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya. (Rul)

 

BERITA REKOMENDASI