Lahan ‘Surjan’ Dipertahankan, Petani Panen Bersamaan Bawang Merah dan Padi

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Para petani mampu panen dalam waktu bersamaan antara komoditas bawang merah dan padi, sering disebut lahan surjan. Keberadaan lahan surjan yang banyak dijumpai di Kulonprogo harus dipertahankan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo Muh Aris Nugroho mengungkapkan sesuai melakukan panen pertana pengembangan lahan surjan di Kelompok Tani Subur Makmur, Ngentak, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, Rabu (5/8/2020).

“Lahan surjan merupakan persawahan spesifik di DIY. Lebih istimewa lagi, petani dapat panen bawang merah di lahan atasan dan panen padi di lahan bawahnya,” ujar Muh Aris Nugroho.

Menurutnya, anggota kelompok tani yang difasilitasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, menanam bawang merah di lahan atasan seluas kurang lebih dua hektare (ha). Produksi panenan mampu menghasilkan 25,24 ton per ha.

“Lebih tinggi dibandingkan produksi rata-rata kabupaten seitar 9,95 ha. Sedangkan produksi panenan padi di lahan bawahan juga melebihi produksi gabah rata-rata kabupaten mencapai 7,95 ton per ha,” jelasnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas PP Kulonprogo, Yuliwati dan Kepala Seksi Produksi, Agus Purwoko menjelaskan terdapat sebelas kelompok tani di Kulonprogo yang menanam bawang merah di lahan surjan seluas kurang lebih 22 ha.

Menurutnya, memasuki panen bawang merah bersamaan masa panen padi sejak Juni 2020 lalu. Bawang merah yang dihasilkan dari delapan kelompok tani yang sudah panen, produksi panenan melebihi rata-rata kabupaten.(Ras)

BERITA REKOMENDASI