Lewat Program Nusabrata, Dispar Kulonprogo Targetkan PAD 2021 Rp 3 M Lebih

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kendati hingga akhir 2021 Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo baru bisa mencapai pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 2.464.150.000. Tapi Kepala Dispar setempat Joko Mursito SSn MA menargetkan sektor pariwisata bisa menyumbang PAD pada tahun 2021 sebanyak Rp 3.837.035.000.

“Hingga akhir Oktober 2021, PAD dari sektor pariwisata 64,22 persen atau Rp 2.464.150.000. Kami masih punya waktu dua bulan untuk mengejar capaian target PAD 2021 sebesar Rp 3.837.034.000,” tegas Joko Mursito, Rabu (3/11/2021).

Diungkapkan, selama uji coba pembukaan terbatas destinasi wisata terhitung sejak 23 Oktober 2021, jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata (obwis) terus mengalami peningkatan terutama akhir pekan.

Sesuai data Dinpar setempat, total jumlah wisatawan ke obwis yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo. Obwis Pantai Glagah mencapai 16.444 pengunjung, Waduk Sermo 3.920 pengunjung, Pantai Congot 2.201 pengunjung, Pantai Trisik 374 pengunjung, kawasan Jatimulyo Girimulyo 350 pengunjung dan Goa Kiskendo 169 pengunjung.

Sedangkan jumlah kunjungan ke obwis yang dikelola kelompok masyarakat. Sendangsono jumlah pengunjung mencapai 5.209 wisatawan, Pantai Mlarangan Asri 3.439 pengunjung, Mangrove Jembatan Api-api (MJAA) 1.132 pengunjung dan Sungai Mudal 459 pengunjung.

Dalam upaya lebih membangkitkan sektor pariwisata ungkap Joko Mursito, Dinpar setempat berencana menggelar tujuh kegiatan yang dikemas dalam Program Nusabrata 2021. Di antaranya gelar CHSE Kemataraman, Fam trip difabel, fasilitas pengembangan wisata bukit cubung, festival paralayang wisata, menoreh food festival, festival pacak sepuran dan wisata among tani lahan pertanian surjan.

“Berbagai acara bersumber dana keistimewaan tersebut akan kami gelar awal hingga akhir November 2021,” tutur Joko. (Rul)

BERITA REKOMENDASI