Libatkan Warga Miskin, Disnakertrans Laksanakan Program Padat Karya

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo pada 2021 kembali melaksanakan program padat karya. Menurut Kepala Disnakertrans setempat, Nur Wahyudi, ada 53 lokasi menjadi tempat pelaksanaan padat karya yang melibatkan masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

“Untuk tahun ini ada 11 kapanewon yang menjadi sasaran program padat karya. Bentuk proyeknya mulai dari pengecoran jalan, pembangunan talut dan penyediaan saluran drainase. Dalam pelaksanaannya nanti masyarakat terdampak Covid-19 khususnya kategori miskin dan kehilangan pekerjaan akan dilibatkan,” jelasnya Selasa (23/2).

Dengan melibatkan warga tempat pelaksanaan program padat karya yang terdampak pandemi tentu bisa membantu peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena warga yang terlibat mendapat upah. “Masyarakat yang masuk kategori miskin dengan kondisi setengah menganggur dan menganggur diharapkan bisa tercover

dalam program padat karya ini,” ujar Nur Wahyudi.

Sistem pelaksanaan program padat karya di 11 kapanewon dilakukan dengan sistem pembagian. Yakni 50 persen untuk pembelian material dan 50 persen untuk upah pekerja. Adapun dana yang dikucurkan, sebanyak 41 lokasi akan mendapat dana Rp100 juta yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten. Sementara 12 lokasi sisanya mendapat bantuan keuangan khusus (BKK) sebesar Rp.160 juta berasal APBD DIY.

“Kami berharap program padat karya bisa mengurangi tingkat kemiskinan di Kulonprogo,” harapnya.

Seperti diketahui, dalam statemennya Wakil Bupati (Wabup) Fajar Gegana mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama meningkatnya angka kemiskinan di Kulonprogo. “Tahun 2020 angka kemiskinan mengalami kenaikan menjadi 18 persen, sementara tahun 2019 tercatat 17 persen. Diharapkan pada 2021 angka kemiskinan kita turun dengan berbagai program yang kita siapkan, termasuk program padat karya,” ungkapnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI