Mall, Toko Modern Tidak Ditolak di Kulonprogo, Asal..

KULONPROGO (KRjogja.com) – Kabupaten Kulonprogo, ditandaskan Bupati dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) tidak menolak mall atau toko-toko besar berskala nasional, tapi menerimanya dengan catatan bisa bekerjasama dan menghidupkan kemandirian ekonomi khususnya pemasaran produk lokal rakyat Kulonprogo.

“Sebagai Negara Pancasila kita mengenal kerjasama bukan persaingan, oleh karena itu kita tidak menolak pasar modern seperti supermarket atau mall, dengan catatan toko modern tersebut harus mensertifikasi produk lokal Kulonprogo dan toko modern ini adalah milik rakyat, seperti Tomira, kalau mall ya Mallmira," ujar Hasto pada puncak acara Hari Koperasi ke-69 Tahun 2016 Tingkat Kulonprogo dan sarasehan perkoperasian bertemakan "reformasi koperasi mewujudkan ekonomi berdikari dan koperasi wujud badan usaha milik rakyat", di Koperasi Harapan Temon, Selasa (23/8/2016).

Dipaparkan Dr Sahid Susilo Nugroho MSc dari UGM Yogyakarta, toko milik rakyat (Tomira) di Kulonprogo merupakan terobosan yang signigfikan. Selama ini toko modern selalu dimusuhi. Terobosan yang berarti mempertemukan masing-masing pihak, karena kalau selalu dipisahkan toko modern dan tradisioanal, pasti terjadi konflik yang tidak berkesudahan.

"Kami melihat banyak manfaat, dari sisi UKM atau mitra lokal. Keunggulan bisnis dari toko modern adalah pola manajemen modern maupun akses pasarnya sangat luas," kata Sahid
yang ikut menangani persiapan Tomira ini. Pembicara lainnya adadalah Dr Revisrond Baswir dari UGM Yogyakarta, Anita dari Indomaret, dengan pemandu Syahbenol Hasibuan selaku Ketua Dekopinda Wilayah DIY. (Wid)

BERITA REKOMENDASI