Manajemen Dan Penumpang YIA Sambut Positif Penghapusan Persyaratan PCR

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Manajemen Yogyakarta International Airport (YIA) siap menerapkan aturan terbaru tentang penghapusan test polymerase chain reaction

(PCR) sebagai syarat penerbangan. General Manager (GM) YIA Agus Pandu Purnama menegaskan hingga saat ini pihaknya YIA masih menunggu instruksi Satgas Penanganan Covid-19, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kemendagri.

“Sampai hari ini YIA belum menerapkan instruksi tersebut, karena masih menunggu surat edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 maupun Kemenhub RI. Setelah SE terbit akan kami sesuaikan di aplikasi. Jadi sementara kami masih menggunakan SE Kemenhub nomor 93 /2021 tetap menggunakan tes PCR,” kata Pandu, Selasa (1/11).

Penghapusan test PCR sebagai syarat penerbangan jadi angin segar bagi pengelola transportasi udara termasuk YIA. Sebab jumlah penumpang bisa bertambah seperti sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Sebelum PPKM, jumlah penumpang rata-rata 6.000 penumpang perhari, itu di bulan Juni. Sementara saat diterapkan PPKM sekitar Juli-Agustus turun sekitar 1.500-an penumpang perhari. Untuk minggu-minggu ini sebenarnya ada kenaikan, 5.000 penumpang perhari. Mudah-mudahan setelah ada perubahan peraturan persyaratan penerbangan dalam negeri jumlah penumpang bisa kembali seperti Juni lalu, rata-rata 6.000 penumpang perhari. Bahkan lebih,” tutur Agus Pandu.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan penghapusan syarat tes PCR untuk pelaku perjalanan penerbangan atau transportasi udara. Hasil rapid test antigen kembali berlaku sebagai syarat perjalanan.

Sementara itu Novia Budiarti salah satu penumpang pesawat di YIA berharap pemerintah konsisten dan tidak mengubah-ubah aturan secara mendadak seperti kebijakan sebelumnya.

“Saya sutuju terhadap kebijakan penghapusan persyaratan tes PCR, apalagi saya sudah dua kali vaksin,” jelasnya menyayangkan tentang berubah-ubahnya aturan pemerintah terkait persyaratan penerbangan.

Penumpang lain, Pinkan (21) juga merespon positif penghapusan test PCR, karena meringankan biaya pengguna jasa penerbangan.

“Kebijakan penghapusan test PCR sebagai syarat penerbangan tentu memudahkan para penumpang, tapi tanpa mengabaikan penerapan protokol kesehatan,” tuturnya. (Rul)

 

BERITA REKOMENDASI