Masa Pandemi, Keuntungan Hasil Panen Capai Rp 66 M

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Muh Aris Nugraha mengungkapkan, luas tanaman bawang merah di Bulak Srikayangan 255 hektare (ha) dan harga dari pembeli berkisar Rp 40 – 50 juta per1.000 meter2. Sehingga perputaran uang di Bulak Srikayangan setiap panen mencapai Rp 102 miliar dengan estimasi keuntungan petani dari per1.000 m2 dengan harga Rp 40-50 juta dan modal Rp 14 juta. Sehingga keuntungannya mencapai Rp 26 juta per1.000 meter2.

Pihaknya sangat bangga dengan besarnya perputaran uang dan keuntungan yang diraih para petani bawang merah setempat. “Pemerintah betul-betul bangga, pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang keuntungan petani bawang merah di Srikayangan mencapai Rp 66 miliar. Ke depan kami berharap petani mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas lahan tanam sehingga keuntungan yang didapat semakin banyak,” harapnya.

Disinggung tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari pemerintah, Aris menegaskan masih diberikan bagi petani dengan syarat punya surat rekomendasi dari Dinas. “Pelayanan kami terhadap para petani sekarang, selain manual juga menerapkan sistem online. Silahkan para petani buka web ada Aplikasi TaniKu dan disitu ada surat rekomendasi, sehingga para petani tidak harus ke Dinas,” tegasnya.(Rul)

BERITA REKOMENDASI