Masa Pandemi, Pemkab Harus Hati-hati Ambil Kebijakan Sektor Parekraf

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Panitia Kerja (Panja) Ekonomi Kreatif Komisi X DPR RI mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dan pihak terkait agar hatti-hati dalam mengambil langkah upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Penerapan sekaligus kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) harus betul-betul diperhatikan sehingga rantai penyebaran virus Korona terputus.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih wanti-wanti

pemkab dan para pelaku wisata hendaknya memperhatikan betul prokes di destinasi wisata. “Pengetatan penerapan protokol kesehatan diperlukan demi menjaga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang saat ini sedang menunjukkan kebangkitan pascaterpuruk dampak pandemi Covid-19,” jelasnya saat memimpin Panja Ekonomi Kreatif Komisi X DPR RI kunjungan kerja ke Taman Budaya Kulonprogo (TBK), Kalurahan/ Kapanewon Pengasih, Jumat (4/12).

Ditegaskan, akibat Covid-19 seluruh destinasi wisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sempat mati sehingga berdampak terpuruknya perekonomian masyarakat. Padahal kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap devisa negara cukup besar. Sebelum pandemi Covid-19, dua sektor tersebut telah mengalahkan capaian devisa dari sektor lain seperti minyak, gas, batu bara dan kelapa sawit.

Mensikapi kondisi terpuruknya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat pandemi maka Komisi X membentuk dua panja, pemulihan pariwisata dan panja penguatan ekonomi kreatif. Panja sudah merekomendasikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait upaya memulihkan dua sektor tersebut yang ditindaklanjuti dengan adanya kebijakan pembukaan kembali obwis wajib menerapkan prokes dengan prinsip Cleanliness Healthy Safety and Enviromental Sustainabilty

.

“Sayangnya ketika destinasi wisata dibuka dan perlahan ekonomi mulai bangkit, justru muncul klaster-klaster baru Covid-19. Sehingga kita evaluasi lagi, pariwisata dan ekonomi kreatif tetap kita dorong maju sebagai upaya membangkitkan ekonomi masyarakat tapi dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Abdul Fikri Faqih.

BERITA REKOMENDASI