Masa Tanam Padi di Kuloprogo Mundur

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Masa tanam padi pertama di wilayah Kulonprogo mundur dari jadwal tata tanam 2018 – 2019. Sebagian areal sawah di daerah irigasi golongan 1, hingga September belum mendapatkan air.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo, Tri Hidayatun bersama staf Wiwoho mengungkapkan sedang memantau di lapangan atas ketersediaan air untuk pertanian. Krisis air untuk pertanian disebabkan jembatan Talang Bowong di saluran induk irigasi Kalibawang tidak dapat mengalirkan air maksimal, hingga September sebagian besar sawah di daerah irigasi golongan 1 belum bisa ditanami padi.

Baca juga :

80 Pekerjaan Infrastruktur Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Saber Pungli Usut Dugaan Gratifikasi Oknum Perangkat Desa

”Petani harus menunggu sampai sawah teraliri air dari saluran irigasi. Harapannya, 8 September air sudah mengalir penuh sehingga petani bisa segera memulai mengolah sawah,” ujar Tri Hidayatun.

Luas sawah di daerah irigasi Kalibawang golongan 1 yang memasuki masa tanam padi 3.043 hektare. Meliputi di wilayah Kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Samigaluh, Girimulyo dan Panjatan.

Tri Hidayatun menolak menjelaskan dampak krisis air untuk pertanian terhadap produksi padi di 2018. ”Kami tidak menghitung dampaknya terhadap produkdi padi. Harapan petani yang tanam padi masih bisa panen di tahun ini,” ucapnya.

Untuk areal sawah di daerah irigasi Sapon yang memiliki jadwal masa tanam padi sama dengan daerah irigasi golongan 1 saluran induk irigasi Kalibawang, air untuk pertanian mengalir lancar. Sawah daerah irigasi Sapon meliputi di wilayah Kecamatan Galur, Lendah dan Panjatan.

”Tidak ada masalah untuk sawah daerah irigasi Sapon. Petani sudah mengolah sawah dan sebagian besar sudah menanam padi,” jelas Wiwoho. (Ras)

BERITA REKOMENDASI