Masih Ada Lahan Jalur KA Bandara Belum Dapat Ganti Rugi

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Tahapan pembangunan jalur kereta api Bandara Internasional Yogyakarta/ Yogyakarta International Airport (YIA) dari Stasiun Kedundang sampai Kompleks YIA sudah hampir 100 persen rampung dan telah beberapa kali diujicobakan. Ironisnya masih ada beberapa lahan di antaranya tanah milik Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Tanah Kas Desa Kaligintung yang terdampak proyek tersebut ternyata belum mendapat ganti rugi.

“Tadi pagi sampai siang perusahaan pemrakarsa pembangunan jalur rel kereta api bandara, Balai Teknik Perkeretaapian DIY-Jateng bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang sudah melakukan pengukuran tanah atau lahan milik NU Kulonprogo,” kata Ketua Syuriah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat Drs Wasiludin kepada wartawan, Senin (16/8).

“Tentang ganti rugi lahan hingga saat ini belum ada kepastian, baru tadi diukur lagi. Ini saya baru pulang,” jelas Wasiludin.

Diungkapkan proses pengukuran melibatkan sejumlah pihak, PCNU, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang dan Departemen Perhubungan. Selesai pengukuran akan dilakukan appraisal

, untuk menentukan besaran ganti rugi.

“Saya mengikuti prosesnya sejak Mei 2020. Tetapi tidak ada kejelasan. Saya kemudian menemui pak wakil bupati (wabup) minta agar ditindaklanjuti,” tegas mbah

Wasil yang juga mantan Ketua PCNU Kulonprogo.

Tanah PCNU Kulonprogo yang terkena jalur kereta api bandara seluas 517 meter persegi. Sebelumnya bangunan calon Rumah Sakit NU tersebut sudah terpasang pagar bumi dan telah diurug.

Ulu-ulu Kalurahan Kaligintung Kapanewon Temon, Mucholis Fuad menambahkan selain tanah NU juga masih ada tanah milik Muhammadiyah yang belum selesai ganti ruginya. Termasuk ganti rugi pemilik kios dan pedagang di Pasar Kedondong yang dulu dijanjikan, maupun sertifikat tanah kas desa untuk relokasi.

“Beberapa infrastruktur fisik seperti jalan atau saluran irigasi juga belum diperbaiki,” ungkap Fuad.

BERITA REKOMENDASI