Masih Ada Tambak Beroperasi di Kawasan Dekat Bandara

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Petani tambak di pantai selatan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Temon belum memanfaatkan lahan ratusan hektare (ha) peruntukan zona tambak di wilayah Desa Banaran, Kecamatan Galur. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sudarno yang dihubungi mengungkapkan telah memfasilitasi para petambak di kawasan pantai selatan bandara dengan menyiapkan lahan seluas 116 ha dari sebelumnya hanya 35 ha.

Lokasi sesuai peruntukan zona tambak yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kulonprogo di wilayah Desa Banaran, Kecamatan Galur. “DKP hanya dapat memfasilitasi lokasi untuk pindah sesuai RTRW di wilayah Desa Banaran,” ujar Sudarna.

Hal tersebut disampaikan menanggapi penutupan kawasan pantai selatan bandara yang akan difungsikan menjadi ruang terbuka hijau atau green belt, banyak menjumpai tambak masih aktif untuk usaha budidaya perikanan air payau. Dari pemantauan terakhir di kawasan pantai selatan bandara, Kamis (22/08/2019), kincir oksigen masih dioperasikan menjadi salah satu pertanda, tambak masih dipergunakan untuk budidaya.

Dari ratusan tambak di kawasan tersebut hanya terlihat beberapa tambak tidak dipergunakan lagi. Menurutnya, untuk memfasilitasi para petambak di kawasan pantai selatan bandara bersedia pindah lokasi ke wilayah Banaran, tidak sampai pada penataan lahan hingga pengolahan limbah air tambak. Kesediaan petambak pindah ke lokasi sesuai peruntukan zona tambak, telah dikomunikasikan dengan pemerintahan desa dan warga pemilik tanah di Banaran.

DKP mengakui menjadi konsekuensi bagi petambak di lokasi tersebut harus menyewa lahan. “Untuk memfasilitasi petambak, DKP tidak sampai masterplan penataan sampai pembuangan limbah air tambak. Nanti akan membuat usulan ke pemerintahan pusat karena keuangan daerah tidak mampu,” jelasnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI