Masyarakat Harus Siap dan Tanggap Hadapi Aeroropolis

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Masyarakat diimbau agar terkesiap dan tanggap menghadapi era Aerotropolis Kulonprogo terutama dampak perubahan sosial yang tak terelakkan dari masyarakat tradisional agraris ke industri dan pariwisata.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Drs Sutedjo, saat menjadi pembicara pada Workshop Pengembangan Model Penyiapan Masyarakat Menghadapi Era Aerotropolis Kulonprogo yang diadakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta di Ruang Rapat Sermo Kompleks Pemkab Kulonprogo, baru-baru ini.

Hadir Ketua DPRD setempat, Akhid Nuryati SE dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dalam konteks dampak perkembangan Yogyakarta International Airport (YIA) yang merupakan pengembangan Aerotropolis (airport city) atau kota bandara oleh pemerintah pusat, bagaimana kesiapan masyarakat menggunakan unsur penguasaan aset material, penguasaan aset sumber intelektual dan penguasaan aset ideologi untuk menghadapi perubahan yang bakal terjadi.

“Harapannya selain kesiapan masing-masing instansi, masyarakat hingga konsep perencanaan (masterplan) yang matang akan menjadikan KulonpProgo sebagai kota bandara atau aerotropolis yang memberikan manfaat positif bagi masyarakatnya,” kata bupati.

YIA

BERITA REKOMENDASI